Permasalahan sampah plastik di Kelurahan Parang Tambung masih menjadi isu lingkungan yang serius meskipun telah didukung oleh berbagai kebijakan daerah, seperti Peraturan Daerah Kota Makassar dan program Gerakan Makassar Tidak Rantasa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat, khususnya TP PKK Kelurahan Parang Tambung, dalam mengelola sampah plastik melalui metode ecobrick berbasis pendekatan ecoliteracy menuju kemandirian ecopreneurship. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi lingkungan, pelatihan pembuatan ecobrick, pendampingan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra mengenai pengelolaan sampah plastik sebesar ±35%, peningkatan keterampilan pembuatan ecobrick sebesar ±40%, serta terbentuknya kader lingkungan dari anggota TP PKK yang mampu berperan sebagai agen perubahan di lingkungannya. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan produk ecobrick yang berpotensi dikembangkan sebagai nilai tambah ekonomi rumah tangga. Kesimpulannya, edukasi Gerakan Makassar Tidak Rantasa berbasis ecoliteracy efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus mendorong kemandirian ecopreneurship berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026