Permasalahan guru penjas SMK di Kabupaten Semarang pada tahun 2024 adalah kesulitan dalam meyusun modul ajar kurikulum merdeka dan tidak mengikuti program sekolah penggerak sehingga profil pelajar Pancasila menjadi sulit tercapai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang dapat mengetahui serta terampil dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Sehingga, dalam menghadapi kurikulum dimasa yang akan datang kesiapan guru PJOK harus siap dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan Participatory Action Research dengan melakukan workshop dalam penyusunan modul ajar berbasis adventure education. Tahapan pelaksanaan disusun sebagai berikut: (1) Tahap analisis kebutuhan mitra; (2) Tahap persiapan; (3) Tahap Pelaksanaan; (4) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pendampingan pembuatan modul ajar berbasis adventure education yang dilaksanakan di MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang maka didapat kesimpulan para peserta pengabdian mampu menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Para peserta dapat menyusun dengan sistematis serta mengetahui dasar-dasar dari penyusunan perangkat ajar tersebut. Peserta antusias dalam mengikuti pendampingan penyusunan perangkat ajar dalam hal ini adalah modul ajar berbasis adventure education yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dan membentuk karakter.
Copyrights © 2026