Banjir merupakan bencana hidrometeorologis paling sering di Indonesia dengan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, namun literasi kebencanaan masih rendah di daerah rawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesiapsiagaan banjir terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat di Desa Balai Kasih, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-shot case study (posttest only) dengan sampel 60 responden dari populasi 150 warga, dipilih via rumus Slovin. Edukasi diberikan melalui penyuluhan dan media visual (leaflet, video), diikuti pengukuran via kuesioner pengetahuan (skala interval) dan kesiapsiagaan (skala Likert), dianalisis deskriptif dengan Health Belief Model dan Protection Motivation Theory. Hasil menunjukkan pengetahuan tinggi (96,7% paham penyebab banjir, 88,3% risiko penyakit menular), persepsi risiko kuat (66,7% rawan banjir), serta kesiapsiagaan baik meski terhambat biaya dan waktu; mayoritas (76,7%) pernah alami banjir sebelumnya. Edukasi efektif meningkatkan kapasitas mitigasi non-struktural. Disarankan program edukasi berkelanjutan berbasis komunitas.
Copyrights © 2026