Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan yang sering terjadi dan dapat berdampak pada kesehatan fisik serta psikologis ibu pascasalin. Salah satu faktor kunci pencegahan robekan jalan lahir adalah penggunaan posisi meneran yang ergonomis. Berdasarkan penelitian di Klinik Pratama Masrohani Pulungan tahun 2025, masih ditemukan tingginya angka kejadian ruptur perineum yang berkaitan dengan dominasi penggunaan posisi telentang. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai variasi posisi meneran guna meminimalisir risiko ruptur perineum. Metode: Sasaran pengabdian adalah ibu hamil trimester III (n=20). Metode yang digunakan meliputi edukasi dengan media lembar balik serta demonstrasi langsung menggunakan alat peraga panggul dan simulasi posisi (miring kiri dan setengah duduk). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta lembar observasi keterampilan. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan kategori baik, dari 15% menjadi 85% setelah intervensi. Selain itu, 95% peserta mampu mendemonstrasikan posisi meneran yang benar selama sesi simulasi. Kesimpulan: Edukasi berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk menghadapi persalinan yang aman dan minim trauma. Pihak klinik diharapkan dapat mengintegrasikan materi ini ke dalam asuhan antenatal rutin.
Copyrights © 2026