Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Air Jahe Dengan Mual Muntah Pada Kehamilan Di Puskesmas Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2021 Marlina L Simbolon; Mediana Br Sembiring; Edy Marjuang Purba; Rismalia Tarigan; Herni Maulina Azhar
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal KeFis - Juli 2022
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.56 KB)

Abstract

In Indonesia, as many as 50%-75% of pregnant women experience nausea and vomiting in the first trimester or early pregnancy. Efforts to reduce the frequency of vomiting can be given several actions such as drugs, in addition to drugs, nausea in early pregnancy can be reduced by using complementary therapies such as herbal plants such as ginger. This study aims to analyze the relationship between ginger water consumption and nausea and vomiting in pregnancy at the Kebayakan Public Health Center, Central Aceh. This type of research is a quasi-experimental using a cohort design. The sample was divided into two groups, namely the intervention group and the control group. The population of this study were all pregnant women with nausea and vomiting as many as 30 people in the Kebayakan Health Center, Aceh Tengah Work Area. The number of samples as many as 30 pregnant women who were taken by the accidental sampling technique. The analysis to see the relationship of the independent variable, namely the consumption of ginger boiled water with nausea and vomiting in pregnancy using the mean whytney test with. Percentage of mild nausea and vomiting in the intervention group (86.6%) while the control group (33.3%). There is a relationship between consumption of boiled ginger water with nausea and vomiting in pregnant women at the Kebayakan Health Center, Central Aceh Regency in 2021, with a p value of 0.0013. It is recommended to the Puskesmas Puskesmas to conduct health education in determining the right strategy to overcome nausea and vomiting in pregnant women by consuming ginger water. Keywords: ginger water, nausea and vomiting, pregnant women
Edukasi Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Terhadap Gangguan Menstruasi Pada Wanita Usia Subur Di Klinik Pratama Vina Kecamatan Medan Baru Kota MedanTahun 2023 Asnita Sinaga; Rismalia Tarigan; Imran Surbakti; Kamelia Sinaga; Devita Purnama; Yemina Siadari
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.2147

Abstract

Contraception is one way to prevent pregnancy. These efforts can be temporary, can also be permanent. Contraceptives should meet the requirements, namely safe use and can be trusted, no adverse side effects, duration of action can be adjusted according to desire, does not interfere with sexual intercourse, cheap price and can be accepted by married couples. 1 The data shows that hormonal contraceptives are most in demand in developing countries like Indonesia, however, not all contraceptives are suitable for everyone's conditions. Therefore, each individual must be able to choose suitable contraceptives. The risk of side effects can also occur in contraceptive users such as menstrual disorders, weight changes and changes in libido or sexual problems
Edukasi Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Terhadap Gangguan Menstruasi Pada Wanita Usia Subur Di Klinik Pratama Vina Kecamatan Medan Baru Kota MedanTahun 2023 Asnita Sinaga; Rismalia Tarigan; Imran Surbakti; Kamelia Sinaga; Devita Purnama; Yemina Siadari
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.2147

Abstract

Contraception is one way to prevent pregnancy. These efforts can be temporary, can also be permanent. Contraceptives should meet the requirements, namely safe use and can be trusted, no adverse side effects, duration of action can be adjusted according to desire, does not interfere with sexual intercourse, cheap price and can be accepted by married couples. 1 The data shows that hormonal contraceptives are most in demand in developing countries like Indonesia, however, not all contraceptives are suitable for everyone's conditions. Therefore, each individual must be able to choose suitable contraceptives. The risk of side effects can also occur in contraceptive users such as menstrual disorders, weight changes and changes in libido or sexual problems
EDUKASI TEKNIK DAN OPTIMALISASI POSISI MENERAN UNTUK MEMINIMALISIR RISIKO RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MASROHANI PULUNGAN Marlina Simbolon; Ika Damayanti; Rismalia Tarigan; Nopalina Damanik Damanik; Parningotan Simanjuntak; Astaria Ginting; Islamia Hayati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i1.3576

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan yang sering terjadi dan dapat berdampak pada kesehatan fisik serta psikologis ibu pascasalin. Salah satu faktor kunci pencegahan robekan jalan lahir adalah penggunaan posisi meneran yang ergonomis. Berdasarkan penelitian di Klinik Pratama Masrohani Pulungan tahun 2025, masih ditemukan tingginya angka kejadian ruptur perineum yang berkaitan dengan dominasi penggunaan posisi telentang. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai variasi posisi meneran guna meminimalisir risiko ruptur perineum. Metode: Sasaran pengabdian adalah ibu hamil trimester III (n=20). Metode yang digunakan meliputi edukasi dengan media lembar balik serta demonstrasi langsung menggunakan alat peraga panggul dan simulasi posisi (miring kiri dan setengah duduk). Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta lembar observasi keterampilan. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan kategori baik, dari 15% menjadi 85% setelah intervensi. Selain itu, 95% peserta mampu mendemonstrasikan posisi meneran yang benar selama sesi simulasi. Kesimpulan: Edukasi berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk menghadapi persalinan yang aman dan minim trauma. Pihak klinik diharapkan dapat mengintegrasikan materi ini ke dalam asuhan antenatal rutin.