: Kajian tentang peran pengawas sekolah dalam implementasi kurikulum mereka (IKM) sangat penting dikaji secara komprehensif. Hal ini karena pengawas sekolah menjadi diantara kunci keberhasilan IKM. Tujuan tulisan ini ingin memahami dua hal, pertama, faktor-faktor yang memengaruhi kurang optimalnya peran pengawas sekolah dalam IKM. Kedua, upaya penguatan peran pengawas sekolah dalam IKM. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur melalui google form, dan dianalisis dengan mengikuti model Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi data dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian ini yaitu terdapat dua faktor yang memengaruhi kurang optimalnya peran pengawas dalam IKM, yakni karena masa transisi kurikulum sehingga menyebabkan pemahaman terhadap Kurikulum Merdeka tidak merata (responden guru, 67%, Kepala Sekolah, 55%). Faktor lainnya, yaitu terbatasnya waktu (91%). Sedangkan temuan kedua penelitian ini yaitu yakni upaya yang telah dilakukan untuk penguatan peran pengawas sekolah yakni melalui pendampingan sekolah pada program sekolah penggerak (PSP) (38%). Kedua, melibatkan pengawas melalui komunitas belajar (Kombel) sesuai waktu yang telah dijadwalkan (25%). Ketiga, dengan memberikan kesempatan pengawas sekolah sebagai fasilitator sekolah penggerak (22%).
Copyrights © 2023