cover
Contact Name
Ella Agustina
Contact Email
jp3bpmpkalsel@gmail.com
Phone
+6285163686172
Journal Mail Official
jp3bpmpkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gotong Royong No.85, Loktabat Utara, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 30264626     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran (JP3) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Selatan, diterbitkan dua kali setahun pada November untuk Edisi Pertama dan Mei untuk Edisi Kedua, terbitan pertama mulai November 2023, dengan bidang kajian: 1) Pendidikan dalam Pembelajaran: Pendidikan Dasar, Model Pembelajaran, Kurikulum, Inovasi Pembelajaran, Pendidikan Kejuruan dan Asesmen; dan 2) Teknologi Pendidikan: Teknologi Pembelajaran, Media Pembelajaran, Teknologi Digital dalam Pendidikan, Multimedia Pembelajaran, E-Learning
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Meningkatkan Keterampilan Dasar Fotografi Menggunakan Kamera DLSR Dengan Pendekatan Scientific dan Metode Drill Anisa Nurfiana
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan dasar fotografi menggunakan kamera DSLR di SMKN 1 Amuntai masih rendah. Siswa perlu meningkatkan aspek menentukan manual focusing, nilai shutter speed, nilai aperture, nilai ISO dan penggunaan mode-mode kamera untuk menghasilkan foto yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan scientific dan metode drill dalam meningkatkan keterampilan dasar fotografi menggunakan kamera DSLR pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan kelas XI Multimedia 2 SMK Negeri 1 Amuntai,  dan mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan pendekatan scientific dan metode drill. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Multimedia 2 SMK Negeri 1 Amuntai sebanyak 25 orang dan dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan dasar fotografi menggunakan kamera DSLR dari siklus I sampai siklus III pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan. Kedua, penerapan pendekatan scientific dan metode drill pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan mendapatkan respons yang positif yang dibuktikan dengan presentase hasil angket respon siswa yang mencapai 82,13%. Penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pendekatan scientific dan metode drill  pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan, maka  telah berhasil memberikan respons positif bagi siswa sehingga dapat meningkatkan keterampilan dasar fotografi dengan menggunakan kamera DSRL
Komunitas Belajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM): Upaya Menggali Permasalahan dan Alternatif Pemecahannya Ella Agustina; Syaharuddin Syaharuddin; Yuli Haryanto; Akhmad Mauluddin; Purwanto Purwanto
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas belajar dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Namun, dalam implementasinya tidak sedikit kendala yang dihadapi.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan (1) wujud masalah pada komunitas belajar dalam IKM di sekolah, (2) pemecahan masalah pada komunitas belajar,  dan (3) dampak pemecahan masalah dalam komunitas belajar di sekolah. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah 7 orang dan guru 13 orang yang tergabung dalam program sekolah penggerak (PSP) di kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Hasil penelitian, yaitu (1) wujud masalah komunitas belajar dalam IKM, yakni masih adanya mispersepsi guru tentang komunitas belajar; masih kurangnya pelatihan IKM bagi guru; Collaborative learning antarguru rendah; pertemuan guru secara rutin belum terprogram; sharing knowledge melalui pertemuan rutin komunitas belajar masih kurang; dan sarana pembelajaran yang perlu ditingkatkan. (2) pemecahan masalah komunitas belajar, yakni melalui penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana, penyediaan waktu khusus bagi guru untuk berbagi praktik baik, kolaborasi antarguru senior dan guru junior, mendatangkan narasumber, penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan optimalisasi dalam pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM). (3) Dampak pemecahan masalah komunitas belajar bagi kepala sekolah dan guru, yakni mendapatkan kemudahan dalam memeroleh informasi; saling bersinergi; dan muncul sikap saling memberi semangat.
Implementasi Pembelajaran Gagatas Berbasis Social Scientific Issue dengan Media Canva pada Mata Pelajaran IPA Muhammad Arifansyah
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berfikir kritis dan kreatif telah menjadi isu sentral dalam dunia pendidikan saat ini. Diperlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapainya. Pembelajaran Gagatas berbasis social scientific issue sebuah alternatif untuk menumbuhkan kemampuan siswa berfikir kritis dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran Gagatas berbasis Social Scientific Issue dengan media Canva pada pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini merupalan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 31 siswa kelas IX-D di UPTD SMP Negeri 3 Pelaihari. Teknik pengumpulan data melalui observasi proses pembelajaran dan wawancara dengan siswa. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Gagatas berbasis social scientific issue dengan media Canva pada mata pelajaran IPA menjadikan pembelajaran berpusat kepada siswa. Hal ini terlihat dari setiap tahapan pada pembelajaran Gagatas siswa menjadi aktif, kreatif, inovatif, berpikir kritis, mengkomunikasikan serta melatih rasa tanggungjawab dari pembelajaran yang sudah mereka lakukan.
Penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 3 Banjarmasin Muhammad Nunu Sanusi
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah menerapkan Kurikulum Merdeka pada 2024 untuk semua jenjang pendidikan. Ada banyak konsep dan program Kurikulum Merdeka, mulai dari Asesmen Nasional hingga P5 (Penguatan Projek Profil Pelajar Pancasila) yang perlu terus dikaji dalam implementasinya. Karena itu, tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah  kepala sekolah, pendidik dan peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang memberikan ruang yang cukup bagi guru dan peserta didik untuk belajar. Hal ini tampak pada penerapan Asesmen Nasional hingga P5 dimana ujian tidak lagi menjadi masalah dan kreativitas terbangun bagi pendidik dan peserta didik melalui P5. Penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 3 Banjarmasin sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, sekolah memerlukan beberapa penyesuaian. Atas dukungan dari semua elemen sekolah, maka hambatan-hambatan penerapan kurikulum ini dapat diatasi dengan baik.
Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik pada Konsep Aljabar Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Rusnida Erliyanti
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta aktivitas belajar peserta didik dalam belajar  konsep aljabar belum maksimal. Alternatif pemecahan masalah dalam penelitian ini melalui pembelajaran berdiferensiasi yaitu pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar, ketercapaian hasil belajar konsep aljabar dan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di kelas VII C SMPN 3 Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan berlangsung dalam dua siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data aktivitas belajar dan pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari lembar observasi, sedangkan ketercapaian hasil belajar diperoleh melalui asesmen. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar, hasil belajar konsep aljabar, dan pelaksanaan pembelajaran meningkat melalui pembelajaran berdiferensiasi.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Pada Sekolah Dasar Muhammadiyah 9 Banjarmasin Annisa Rizky Maulida
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan keniscayaan ketika fakta menunjukkan rendahnya kemampuan pelajar Indonesia dalam hal penalaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas program GLS dalam meningkatkan tingkat literasi di kalangan siswa SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara dengan guru dan staf sekolah, serta analisis dokumen yang terkait dengan GLS di SD Muhammadiyah 9. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Gerakan literasi sekolah (GLS) di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin telah memberikan kontribusi bagi tercapainya kemampuan dan peningkatan membaca bagi peserta didik. GLS telah meningkatkan dan menambah pengetahuan peserta didik dalam hal kemampuan berpikir kritis. Implementasi GLS di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin telah melalui tahapan pelaksanaan GLS, yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Wujud GLS di SD Muhammadiyah 9 diantaranya pemanfaatan perpustakaan dengan baik sebagai salah satu penunjang GLS. Kemampuan berpikir kritis semakin meningkat bagi peserta didik, yang dibuktikan dengan meningkatknya kemampuan peserta didika dalam bertanya, menjawab, memecahkan masalah, membuat kesimpulan, serta keterampilan mengevaluasi dan menilai hasil pengamatan. 
Miskonsepsi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Jenjang Pendidikan Dasar Ella Agustina; Syaharuddin Syaharuddin; Eka Sri Handayani; Akhmad Mauluddin; Akhmad Gafuri
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah berjalan yang diawali oleh Sekolah Penggerak dan ketika Kurikulum Merdeka disahkan menjadi Kurikulum Nasional telah dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Tanah Air. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat sebagian guru di sekolah yang melaksanakan P5 namun belum mencapai tujuan utamanya, yakni membentuk peserta didik yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila (3P). Karena itu, kajian ini menggali lima hal, pertama bagaimana wujud miskonsepsi P5 dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kedua, bagaimana faktor munculnya miskonsepsi P5. Ketiga, bagaimana dampak miskonsepsi P5. Keempat, apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengawas, kepala sekolah dan guru yang bejumlah 2800 yang tersebar pada jenjang Pendidikan dasar (SD dan SMP). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Produk P5 yang kemudian dipamerkan pada periode tertentu tampak masih menjadi dominan. (2) Pelibatan stakeholder belum optimal. (3) Faktor kurangnya pelatihan tatap muka menjadi penghambat rendahnya pemahaman guru terhadap P5. (4) Keterbatasan dan kemampuan dalam pengelolaan waktu menjadi kendala utama. (5) Siswa tampak kecewa ketika praduk P5 tidak tuntas dan merasa puas jika praduk P5 dipamerkan, sehingga menjadi gambaran sebuah miskonsepsi P5. (6) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5, yakni melalui kegiatan di komunitas belajar (Kombel) (73%), melalui workshop dan IHT (58%), dan di komunitas belajar daring (58%).
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Materi Statistika melalui Model Ekspositori Project Investigation Raudatul Munawarah
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi statistika dikarenakan pembelajaran tidak berpusat kepada peserta didik sehingga kreativitas peserta didik belum berkembang. Disamping itu, peserta didik merasa bosan dan tidak tertantang. Guru perlu melakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  yang tepat dan menyenangkan. Tujuan penelitian ini  mendeskripsikan aktivitas pendidik, menganalisis aktivitas peserta didik dan hasil belajar peserta didik pada materi statistika melalui metode ekspositori kombinasi model project based learning dan group investigation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penelitian dilaksanakan dengan dua siklus sebanyak empat kali pertemuan. Subyek penelitian adalah guru dan peserta didik kelas XII IPS 2 semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023, dengan jumlah peserta didik 22 orang.  Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik dan peerta didik. Data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pada pertemuan 1 mencapai kriteria baik, pertemuan 2 mencapai kriteria baik, pertemuan 3 mencapai kriteria sangat baik dan pertemuan 4 mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas peserta didik pada pertemuan 1 mencapai kriteria cukup aktif, pertemuan 2 mencapai kriteria aktif, pertemuan 3 mencapai kriteria sangat aktif dan pertemuan 4 mencapai kriteria sangat aktif. Ketuntasan klasikal hasil belajar peserta didik pada pertemuan 1 mencapai 59%, pertemuan 2 mencapai 73%, pertemuan 3 mencapai 82%, dan pertemuan 4 mencapai 86%.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Penggunaan Model Discovery Learning Rd. Achmad Surya Mi’raj Zain
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar siswa diantaranya rendahnya motivasi belajar siswa. Menghadirkan model pembelajaran yang menantang dan menyenangkan adalah diantara solusinya. Namun, bagaimana memilih, memanfaatkan dan mengimplementasikan sebuah model atau metode yang sesuai dengan kondisi peserta didik tampak masih perlu terus digali dan dikaji. Penelitian ini membahas dua tujuan pertama mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran discovery learning. Kedua, mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada materi “Bagian Tubuh Hewan dan Fungsinya” melalui model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi melalui dua siklus. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN Sungai Miai 11 Banjarmasin. Data diperoleh dari hasil pengamatan dan hasil pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan guru pada materi “Bagian-Bagian Tubuh Hewan dan Fungsinya”.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Siti Zakiah
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Penelitian dilaksanakan SDN Luk Bayur Tabalong pada kelas IV dengan 5 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kategori sangat baik, aktivitas siswa meningkat hingga mencapai kategori sangat aktif dan hasil belajar siswa meningkat serta memenuhi indikator keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa aktivitas guru terlaksana dengan sangat baik, aktivitas siswa sangat aktif dan hasil belajar  siswa meningkat dan mencapai ketuntasan idividual maupun klasikal menggunakan model Problem Based Learning  pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV SDN Luk Bayur.

Page 1 of 2 | Total Record : 20