Posyandu Gantinga di Desa Bonto Mateāne, Kabupaten Jeneponto, menghadapi masalah stunting dengan prevalensi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 39,8%. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya pemanfaatan potensi lokal, seperti ikan teri, yang kaya nutrisi namun belum diolah secara optimal. Pengabdian ini bertujuan utama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam memanfaatkan sumber daya lokal guna mengurangi angka stunting. Metode yang digunakan mencakup perencanaan, pelatihan, dan evaluasi. Sebanyak 15 peserta, termasuk kader Posyandu, dilibatkan dalam pelatihan pengolahan ikan teri menjadi produk bernilai jual tinggi dan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait stunting, dengan rata-rata skor posttest meningkat sebesar 9,5 poin. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah ikan teri meningkat secara signifikan dari 0% menjadi 95%. Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga berpotensi menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Dampak jangka panjangnya meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui produk lokal bernilai jual tinggi serta keberlanjutan program melalui pemberdayaan kader Posyandu
Copyrights © 2026