Osteoartritis (OA) merupakan penyebab utama penurunan kualitas hidup lansia yang membutuhkan penanganan berkelanjutan secara holistik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lansia melalui penerapan pendekatan PH 8, yaitu delapan langkah penanganan OA yang terintegrasi, berbasis keluarga dan kader Posyandu. Mitra kegiatan adalah Pondok OA Posyandu Larasati Surabaya, melibatkan 30 lansia penderita OA dan 6 kader kesehatan. Metode pelaksanaan terdiri dari enam tahapan: koordinasi, rekrutmen peserta, edukasi gizi dan alat bantu, implementasi intervensi, monitoring berkala, serta diseminasi hasil. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil program menunjukkan penurunan nyeri lutut berdasarkan skala VAS dari rerata 7,2 menjadi 3,8, peningkatan rentang gerak sendi sebesar 15°, dan peningkatan skor kualitas hidup hingga 30%. Sebanyak 89% peserta mampu menghitung kebutuhan gizi secara mandiri, tingkat kepatuhan terhadap program mencapai 81%, serta partisipasi keluarga meningkat dari 45% menjadi 78%. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan PH 8 efektif dalam meningkatkan kemandirian lansia dan memperkuat kapasitas kader Posyandu. Pendekatan ini dapat direplikasi pada komunitas lain sebagai model pengendalian OA yang efisien dan aplikatif.
Copyrights © 2026