Siswa SMK Negeri 1 Maumere masih menghadapi keterbatasan kompetensi dalam pengoperasian dan pemrograman mesin CNC, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan industri manufaktur di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui pelatihan operasi, pemrograman, dan praktik pemesinan CNC milling. Metode yang digunakan meliputi experiential learning berupa demonstrasi, praktik langsung pada panel kontrol, simulasi toolpath, pengoperasian mesin CNC, serta penyelesaian proyek akhir. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test teori serta uji keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi yang signifikan, yaitu peningkatan nilai teori rata-rata dari 54 menjadi 82 (naik 51,8%) dan peningkatan keterampilan praktik dari 58 menjadi 85 (naik 46,5%). Peserta mampu menjalankan program kerja, melakukan setting parameter, membaca G-code, mendiagnosis error program, serta menghasilkan komponen sesuai toleransi dimensi. Kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan kesiapan kerja siswa, pemahaman otomasi manufaktur, dan kemampuan pemecahan masalah teknis. Sekolah mitra memperoleh penguatan kapasitas pembelajaran vokasional berbasis teknologi digital sebagai dukungan terhadap kebutuhan industri lokal.
Copyrights © 2026