Stunting pada anak merupakan permasalahan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin dalam penanganannya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta edukasi holistik dan kolaboratif pada anak stunting di Desa Sokawaera, Cilongok. Kecamatan Cilongok merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Banyumas. Desa Sokawera yang berlokasi di kecamatan Cilongok, Banyumas menjadi salah satu desa lokus (lokasi khusus) stunting terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi tim kesehatan yang terdiri dari dokter gigi, dokter umum, bidan, ahli gizi, dan psikolog. Intervensi yang dilakukan mencakup pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut, edukasi gizi dan pola makan sehat, serta pemberian konseling tentang pola asuh yang tepat. Pada kegiatan edukasi kolaboratif yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dihadiri oleh 33 ibu balita stunting, kader dan bidan Desa Sokawera. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada 65 balita di Desa Sokawera. Hasil rerata dmf-t pada balita usia 0-5 tahun di Desa Sokawera adalah 5,09 (kategori karies tinggi menurut WHO). Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan penanganan komprehensif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi pada kondisi stunting, mulai dari aspek kesehatan fisik hingga psikososial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menjadi model intervensi komprehensif untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut balita stunting di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas.
Copyrights © 2026