Tulisan ini berupaya mengumandangkan kembali warisan pemikiran Sartono Kartodirdjo sebagai kerangka filosofi pendidikan sejarah (philosophical framework of history education) dan historigrafi sekolah (school historiography). Metode peninjauan dilakukan dengan pembacaan terhadap tulisan dan karya Sartono Kartodirdjo untuk mengungkap logika narasi (narrative logic) yang dikembangkannya untuk menarasikan sejarah Indonesia. Berdasarkan pembacaan karya Sartono Kartodirdjo, peneliti menggaris bawahi pendekatan gerak sejarah integratif berperspektif multidimensional sebagai jalan tengah bagi kontestasi filosofi Pendidikan sejarah di Indonesia. Melalui pendekatan ini setidaknya dua arah landasan filosofis Pendidikan sejarah yaitu penguatan kebangsaan dan tuntutan pengembangan pengetahuan kesejarahan bagi masyarakat Indonesia dapat disejajarkan secara proporsional dalam ruang Pendidikan Sejarah. Dalam konteks pendidikan sejarah di era Society 5.0, gagasan gerak sejarah integratif dan perspektif multidimensional tersebut dapat menjadi landasan filosofis dan arah pembelajaran sejarah yang memberikan ruang seimbang bagi penguatan identitas nasional dan kemampuan berfikir ilmiah peserta didik.
Copyrights © 2020