Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EKSISTENSI DALIHAN NA TOLU SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DAN KONSTRIBUSINYA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER MUHAMMAD NOVRIANSYAH LUBIS; HERMANU JOEBAGIO
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 1 No 03 (2019): INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora E-ISSN 2686-5661
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal menjadi solusi dalam penyelesaian permasalahan kelokalan dan bahkan persoalan yang timbul dari bergulirnya era industri 4.0 ini. Dalihan na tolu merupakan bentuk kearifan lokal yang dapat memberikan sesuatu yang bermakna dalam memperbaiki karakter pada siswa di Kabupaten Samosir. Selain itu dalihan na tolu membentuk ikatan organik dan natural dalam persatuan suku batak toba, untuk menghindari perpecahan di antara suku batak toba. Disisi lain, apa yag kita hadapi sekarang adalah era industri 4.0 yang tak terelakkan. Konsekuensinya dalam dunia pendidikan adalah diskursus pertemuan kearifan lokal dengan semangat atau ruh industri 4.0 tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus Kabupaten Samosir. Penelitian ini mengambil sampel SMA Negeri 2 Pangururan Kabupaten Samosir. Bagaimana dalihan na tolu mengaktifkan interaksi yang komunikatif sehingga siswa terbentuk kedalam struktur kebudayaan yang menyatu dalam pendidikan, melalui aktifitas siswa dan guru baik itu di dalam pembelajaran dan luar pembelajaran. Dimana kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan keseimbangan pada realitas industrial 4.0 ini. Observasi, wawancara dan dokumentasi di jadikan sebagai metode pengumpulan data.
PIIL PESENGGIRI : KEARIFAN LOKAL KULTUR ISLAM LAMPUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR TOLERANSI DENI EKO SETIAWAN; HERMANU JOEBAGIO; SUSANTO
JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA Vol 1 No 04 (2019): INTELEKTIVA : Jurnal Ekonomi, Sosial dan Humaniora E-ISSN 2686-5661
Publisher : KULTURA DIGITAL MEDIA ( Research and Academic Publication Consulting )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piil pesenggiri merupakan sebuah kebudayaan yang dimiliki masayarakat Lampung di Indonesia, seiring berjalannya waktu menjadi sebuah adat istiadat masyarakat, dalam keseharian dalam kehidupan sosial masyarakat Lampung selalu memegang teguh nilai-nilai yang terkandung dalam Piil Pesenggiri. Makna atau nilai yang terkandung dalam piil pesenggiri menekankan kepada rasa serta sikap toleransi antar umat beragama dan antar suku. Berdasarkan sejarah pada abad ke 16 M kebudayaan tersebut lahir setelah kerajaan sekala brak masyarakat Lampung di taklukan oleh kerajaan islam dari Minangkabau. Penyebaran islam tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat dan kebudayaan yang ada, mayoritas masyarakat Lampung menganut agama islam bahkan makna-makna yang terkandung dalam kebudayaan tersebut juga. Untuk meningkatkan pemahaman tentang nilai lokal kebudayaan piil pesenggiri dapat dimasukan ke dalam mata pelajaran agama Islam khususnya SKI “sejarah kebudayaan islam” agar tidak luntur seiring perkembangan zaman yang semakin maju. Metode penelitian yang digunakan kepustakaan dan arsip atau dokumen dari sekolah tempat penelitian.
MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKAT-KAN KETERAMPILAN MENULIS SEJARAH WANITA PADA MAHASISWA Hany Pratiwi; Hermanu Joebagio; Nunuk Suryani
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Sejarah dan Budaya, Juni 2017
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.31 KB) | DOI: 10.17977/sb.v11i1.9121

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sejarah wanita penting diterapkan di universitas untuk memberikan kesadaran mahasiswa tentang peran dan kedudukan wanita. Namun selama ini kajian dan tulisan sejarah wanita masih terbatas pada tema-tema besar. Sejarah wanita dari tingkat lokal masih jarang diteliti. Sehingga perlu dikem-bangkan sebuah model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis sejarah wanita pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model project based learning dalam meningkatkan keterampilan menulis sejarah wanita pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel yang diambil adalah maha-siswa semester 7 Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNY angkatan 2013. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh rerata post test kelas eksperimen 85,70 dan kelas kontrol sebesar 61,41. Sedangkan nilai untuk uji T diperoleh 6,843 dengan taraf signif-ikansi 0,00. Taraf signifikansi 0,00 < 0,025. Abstract: Teaching of woman history is important to be implemented in university to shape the student’s awareness on the role and position of woman. However all this study and writing history of women still limited to large themes. Woman his-tory in the local level is ralely to be studied. Therefore, we should develop a learn-ing model to increase skills of writing woman history for student. This study used quasi experiment with a control class and exsperiment class. The sample is the fourth year students, Study Proggramme of History Education FIS UNY. Based on result of statistical test. It was obtained that the post test average of experiment class is 85,70 and control class is 61,41. While value to test T is obtained of 6,843 with the significance of 0.00. The level of significance is 0.00 < 0,025.
MERANCANG SEJARAH YANG MULTIKULTURALIS DALAM KURIKULUM 2004 Hermanu Joebagio
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.407 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i3.377

Abstract

AbstractAfter the crisis of 1998, which was followed by a periode labeled as reformasi, Indonesia having entered a transitional phase from authoritarianrule toward a new democratic system. In transitional phase emerged outbursts of ethnic and religious violences in various regions of the archipelago.This articles tries to analyze multicultural studies in a period of the new order. In education perspective, the outbursts of ethnic and religious violences after reformasi, showed that the new order was failure to make harmony by created the instruction of religious, civic skill, and military instructional as labeled kewiraan. Recently time, history, could be formulated to be multicultural studies. The curriculum of historyhave been modified and transformed to the multicultural studies by used the burhani technical system. The burhani technical system usually used to analyze religious texts. The themes of curriculum history, and then modify, to produce the themes of multicultural studies by consider the social sciences (sociology, politics, and economics) and humanity sciences (anthropology and religion).Key words: authoritarian, democratic, violence, multicultural studies, and burhani technical system
Pengaruh Penggunaan Medial Arch Support Terhadap Pengurangan Derajat Nyeri, Keseimbangan Statis Dan Activity Of Daily Living Pada Penderita Plantar Faciitis Dwi Setyawan; Bhisma Murti; Hermanu Joebagio
Jurnal Keterapian Fisik Vol 1 No 2 (2016): JURNAL KETERAPIAN FISIK
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.594 KB) | DOI: 10.37341/jkf.v1i2.90

Abstract

Abstract: Plantar Facitis, Medial Arch Support, Degree Of Pain, Static Balance, Activity Of Daily Living. The case of plantar factis still a lot going on and the handling of the case there are a variety of ways including the use of tools such as the medial arch support, ultrasound therapy, medication, and surgery. The purpose of this study was to analyze the effect of the medial arch support to a reduction in the degree of pain, static balance and activity of daily living in patients with plantar faciitis. This research is kind of Randomized Control Trial (RCT) In this draft, dividing the subjects into two groups. Number of research subjects are 30 subjects were divided into two groups, one group as an experimental group treated medial arch support and one more group as a control group treated with ultrasound (US). Data collection technique used documentation study and observation. Data were analyzed using multiple linear regression analysis and statistical significance of the variables were tested by t test with the results shown by the p value. Significant influence use of medial arch support to the reduction of the degree of pain, static balance and activity of daily living in patients with plantar faciitis. It was demonstrated with p <0.001.
STUDI PENDAHULUAN PENGEMBANGAN APLIKASI SMARTPHONE SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH Muhammad Azmi; Hermanu Joebagio; Nunuk Suryani
Vidya Karya Vol 31, No 1 (2016): April 2016
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.687 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v31i1.3974

Abstract

Abstract:  This study aimed at describing the usage of smartphone and internet in the community of college students which can be the basic on the development of an application. This qualitative-descriptive study was conducted through interviews with teacher staff and surveys with 54 students of History Education Study Program in the Teacher Training and Educational Sciences Faculty. The study result shows that: (1) 47 students (87%) owned Smartphone of their own, while the rest of the students as much as 7 persons (13%) do not have Smartphone, (2) 42 students (87%) stated that they  have Smartphone which connected to internet all the timet, while the rest of the students as much as 6 persons (13%) stated the vice versa, (3) Smartphone application which can be developed is the multi-platform semi-online application with  HTML5 base.   Key words: smartphone, history learning media, and multi-platform Abstrak:  Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan tentang penggunaan smartphone dan internet di kalangan mahasiswa yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sebuah aplikasi. Penelitian kualitatif-deskriptif ini dilakukan melalui wawancara dengan staf pengajar dan survei terhadap 54 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 47 orang (87%) telah memiliki smartphone pribadi, sedangkan sisanya sebanyak 7 orang (13%) tidak memiliki smartphone, (2) terdapat 42 orang (87%) menyatakan bahwa mereka memiliki smartphone yang selalu terhubung dengan internet setiap saat, sedangkan sisanya sebanyak 6 orang (13%) menyatakan tidak, (3) Aplikasi smartphone yang dapat dikembangkan adalah aplikasi multi-platform semi-online berbasis HTML5.   Kata kunci: smartphone, media pembelajaran sejarah, dan multi-platform
Konstruksi pembelajaran sejarah islam berbasis teks Kajen dan serat Cebolek dengan pendekatan ways of knowing Manggara Bagus Satria Wijaya; Hermanu Joebagio; Sariyatun Sariyatun
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.605 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v15i2.849

Abstract

Pembelajaran Sejarah dalam Kurikulum secara keseluruhan lebih menekankan pentingnya hafalan kolektif sehingga menghambat tumbuhnya nalar kritis pada diri peserta didik. Kajian ini mengulas suatu pendekatan alternatif dalam mengajarkan mata pelajaran Sejarah yang diterapkan di SMA. Penggunaan konsep pertanyaan-pertanyaan kritis dan emansipatoris model “ways of knowing”  karya Juergen Habermas merupakan strategi yang ditempuh oleh guru dalam mengajarkan pelajaran Sejarah yang mampu membangkitkan gairah kesadaran kritis peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif untuk mengetahui aktivitas guru dan peserta didik secara menyeluruh pada saat pembelajaran seputar riwayat Syaikh Ahmad Mutamakkin dan penyelesaian kasusnya yang termaktub didalam Teks Kajen dan Serat Cebolek  sebagai pengayaan dari materi Sejarah Kerajaan Mataram Islam. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa selama proses pembelajaran berlangsung guru telah berhasil mengkreasikan terciptanya proses emansipasi pada diri peserta didik. Emansipasi tersebut memungkinkan terjadinya peningkatan minat peserta didik untuk menciptakan pengetahuanya sendiri pada materi yang dibahas dengan perspektif historis.
PSYCHOHISTORY GAYATRI RAJAPATNI SEBAGAI ROH PANCASILAIS Robit Nurul Jamil; Hermanu Joebagio
Jantra. Vol 13 No 2 (2018): Solidaritas Nasional sebagai Upaya Penguatan NKRI
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.783 KB)

Abstract

Pendekatan psychohistory merupakan studi motivasi dan juga dapat dikembangkan menjadi konsep psikologi sosial (sociopsychological) untuk menjelaskan perilaku individu, kelompok, dan anggota masyarakat. Psychohistory akan memberikan sebuah nilai self-esteem yang mampu diserap oleh generasi selanjutnya, Psychohistory dalam tulisan ini bertugas mencari nilai sejarah. Sosok Gayatri sebagai bikshuni menempatkan dewi kebijaksanaan ini menjadi guru besar dalam kerohanian kerajaan. Di sisi lain, sumber sejarah mengatakan Gayatri adalah sosok pembina serta pembimbing raja-raja Majapahit. Kehidupan Gayatri ketika ditelisik melalui studi motivasi atau psychohistory, memiliki perjalanan yang panjang akan warisan nilai. Kehadiran nilai-nilai kejuangan tersebut lahir untuk kemaslahatan masyarakat pada waktu itu. Roh progresif merupakan pondasi bagi generasi mendatang. Roh progresif Pancasila adalah nilai yang dimiliki oleh Gayatri Rajapatni sebagai pelaku sejarah yang memiliki warisan nilai Pancasila dalam praktek. Tujuan dari penulisan ini memberikan gambaran sejarah dalam praktik nilai-nilai Pancasila, maksudnya adalah memberikan asumsi nilai-nilai Pancasila yang pernah dialami Gayatri Rajapatni sebagai perempuan di balik kejayaan Majapahit.
REFLEKSI KETAUHIDAN DALAM WAYANG SADAT LAKON KI AGENG PENGGING Hasan Ashari; Hermanu Joebagio; Musa Pelu
Jantra. Vol 14 No 2 (2019): Seni Pertunjukan
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.851 KB) | DOI: 10.52829/jantra.v14i2.91

Abstract

Firstly performed in 1985 by Suryadi (a religious figure of Trucuk), Wayang Sadat is a medium to teach Tauhid (tawheed), the message of Islam. This research analyzes the teaching of Tauhid within Wayang Sadat performance, in the lakon (story) “Ki Ageng Pengging”. The sources of data were key informants, documents, and archives related to Wayang Sadat performance. The data were collected by interviews, the content of the performed lakon, depth examination of document and archives. The triangulation method was used to test the validity of the collected data. The data was analysed using the interactive model that consists of three stages: data reduction, data presentation, and data verification. The result of the research shows that the lakon “Ki Ageng Pengging” contains the teachings of Tauhid embedded in the janturan (narration), dialogues, lyrics of the music, and lyrics of sulukan (songs by the dalang – puppet master).
Religious Splinter Movement from Historical Perspective Hermanu Joebagio
Millah: Journal of Religious Studies Vol. VII, No. 2, February 2008: English Version
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article tries to analyze splinter groups of Islamic religion in Indonesia. Islamization in Indonesia has been building in the framework of universal values that containes democracy, i.e. hifdz-din, hifdz-nafs, hifdz-nasl, hifdz-mal, and hifdz-aql. Political change occurred in 1998 had triggered the emergence of splinters of Islamic religion; they were Salamullah, Isa Bugis, Baha’i, Madi in Palu, Qur’an Suci, and al-Qiyadah al-Islamiyah. They used atmosphere of pluralism and inclusivism to form their splinters’ community of religion. But, Ahmadiyah in historical perspective is different, because Ahmadiyah had existed before Indonesian Independence, and took part in resisting against Western colonization. The believe code of splinters of Islamic religion are deviant. They do not accepted Muhammad as the last prophet, change ‘shahadat’ and ‘shalat’. However, some people do not agree to punish or accuse them as being “sesat (deviant)”, because there still some chances to conversion.Keywords: Islam, doctrine, democracy, splinter group or movement, and violence.