Derajat kapabilitas peserta didik dalam mengelaborasi serta menyelesaikan problematika matematis di SMP Negeri 9 Surakarta terindikasi berada pada kategori inferior. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh konstruksi kognitif siswa yang merepresentasikan matematika sebagai disiplin yang kompleks dan sukar dipahami. Implikasi dari persepsi tersebut berakibat pada insufisiensi self-efficacy dalam proses pembelajaran matematika. Riset ini dikonsepsikan guna menginvestigasi relasi korelasional antara self-efficacy dengan kompetensi resolusi problem matematis pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Surakarta tahun ajaran 2025/2026. Pendekatan yang diterapkan adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian mencakup 281 peserta didik, dengan sampel sebanyak 89 individu yang diperoleh melalui teknik cluster random sampling. Akuisisi data dilaksanakan melalui penggunaan instrumen evaluasi tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket self-efficacy. Hasil pengukuran menunjukkan skor tes berkisar antara 40 hingga 100, dengan nilai rata-rata 89,57, sedangkan skor angket berada pada rentang 43 hingga 78 dengan rata-rata 61,58. Analisis prasyarat mengindikasikan bahwa distribusi data angket normal, sementara data tes menyimpang dari distribusi normal. Oleh karena itu, analisis hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank koefisien korelasi sebesar 0,3994 menandakan relasi positif antara kedua variabel. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan self-efficacy peserta didik sejalan dengan peningkatan kapabilitas mereka dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
Copyrights © 2025