Regulasi emosi merupakan kemampuan fundamental yang berperan penting dalam kesiapan belajar dan perkembangan sosial anak usia dini. Perspektif neuroscience menegaskan bahwa lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bebas stres sangat menentukan optimalisasi fungsi otak anak, khususnya pada sistem limbik dan korteks prefrontal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience dalam membangun regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di PAUD Bougenville. Subjek penelitian meliputi anak usia dini dan guru yang menerapkan Pembelajaran ASYIK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan hasil data lapangan, wawancara, dan dokumentasi sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran ASYIK mampu menciptakan iklim belajar yang aman dan menyenangkan, sehingga mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Temuan persentase perkembangan menunjukkan bahwa 45% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, 35% Berkembang Sesuai Harapan, 20% Mulai Berkembang, dan 0% Belum Berkembang. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengendalikan impuls, menunggu giliran, serta merespons konflik secara lebih adaptif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Pembelajaran ASYIK berkontribusi terhadap penguatan fungsi eksekutif dan regulasi emosi melalui pengalaman belajar yang positif dan bermakna. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam mendukung perkembangan regulasi emosi anak usia dini. Model ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) yang aplikatif dalam praktik pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026