Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hak Atas Privasi Anak: Isu Sepele Yang Mengancam Martabat Anak Usia Dini Nur Rachmawati, Dian; Pinilih, Sekar; Imamah
ECEJ : Early Childhood Education Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (Desember 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/ecej.v3i01.396

Abstract

The development of digital technology in early childhood education offers both opportunities and threats to children’s rights to privacy and dignity. The phenomenon of sharenting and the publication of children’s data by early childhood education institutions reflect low levels of digital literacy and the absence of a strong personal data protection policy in Indonesia. This study aims to analyze violations of young children’s right to privacy from national and international legal perspectives, particularly Articles 16, 17, and 3 of the Convention on the Rights of the Child (CRC), as well as Islamic values concerning honor (hifzh al-‘ird). The study employs a normative juridical and descriptive-analytical approach, using data derived from legal documents, books, and scholarly articles published between 2021 and 2025. The findings indicate that privacy violations among children are caused by disparities in digital literacy among teachers, parents, and children, as well as the lack of ethical education guidelines. The results further highlight that digital ethics education at the early childhood level should be integrated into character education curricula so that children, teachers, and families collectively understand the boundaries of privacy and social responsibility in digital spaces. The study also emphasizes the importance of collaboration among the state, educational institutions, and society in formulating technology-based child protection regulations. Integrating legal principles, digital character education, and Islamic values is essential to achieve comprehensive and dignified child protection.
PEMBELAJARAN ASYIK BERBASIS NEUROSCIENCE DALAM MEMBANGUN REGULASI EMOSI ANAK USIA DINI: STUDI KUALITATIF Watini, Sri; Pinilih, Sekar; Rahayu, Kurnia; Rachmawati, Dian Nur; Yunita, Yunita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4546

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan fundamental yang berperan penting dalam kesiapan belajar dan perkembangan sosial anak usia dini. Perspektif neuroscience menegaskan bahwa lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bebas stres sangat menentukan optimalisasi fungsi otak anak, khususnya pada sistem limbik dan korteks prefrontal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience dalam membangun regulasi emosi anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di PAUD Bougenville. Subjek penelitian meliputi anak usia dini dan guru yang menerapkan Pembelajaran ASYIK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengelompokkan hasil data lapangan, wawancara, dan dokumentasi sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran ASYIK mampu menciptakan iklim belajar yang aman dan menyenangkan, sehingga mendukung perkembangan regulasi emosi anak. Temuan persentase perkembangan menunjukkan bahwa 45% anak berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, 35% Berkembang Sesuai Harapan, 20% Mulai Berkembang, dan 0% Belum Berkembang. Anak menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengendalikan impuls, menunggu giliran, serta merespons konflik secara lebih adaptif. Temuan ini mengindikasikan bahwa Pembelajaran ASYIK berkontribusi terhadap penguatan fungsi eksekutif dan regulasi emosi melalui pengalaman belajar yang positif dan bermakna. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Pembelajaran ASYIK berbasis neuroscience merupakan pendekatan pembelajaran yang efektif dan kontekstual dalam mendukung perkembangan regulasi emosi anak usia dini. Model ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran berbasis otak (brain-based learning) yang aplikatif dalam praktik pendidikan anak usia dini.