Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi Emotional well being anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara (Speech Delay) di TK Cerdas Molibagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang anak dengan keterlambatan bicara, guru kelas, dan orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menunjukkan ekspresi emosi secara nonverbal, seperti senyum, menarik tangan guru, atau bermain sendiri ketika mengalami kesulitan menyampaikan keinginan. Lingkungan sekolah yang suportif memberikan pengaruh positif terhadap kondisi emosional anak. Namun, pola asuh otoriter dari orang tua masih menjadi tantangan daam pengembangan kesejahteraan emosional anak. Penelitian ini menekan pentingnya peran guru dan lingkungan belajar dalam membentuk kondisi emosional anak dengan keterlambatan bicara secara positif dan adaptif. Kata kunci: Emotional Well Being; Speech Delay; Anak Usia Dini
Copyrights © 2026