Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran di wilayah Desa Meranjat, khususnya dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal dan komunikasi dengan mitra sekolah, ditemukan adanya kebutuhan terhadap inovasi media pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital masa kini. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality (AR) menggunakan aplikasi Asemblr. AR dipilih karena kemampuannya untuk memvisualisasikan materi ajar dalam bentuk objek 3D yang interaktif, yang dapat diakses langsung melalui kamera smartphone siswa. Metode pelaksanaan kegiatan disusun secara sistematis dalam beberapa tahapan, yaitu: sosialisasi, pelatihan intensif penggunaan aplikasi Asemblr, penerapan media di kelas, evaluasi melalui pre-test dan post-test, serta pendampingan dan tindak lanjut berbasis komunitas guru. Proses ini melibatkan kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, dan guru mitra, serta menekankan pendekatan partisipatif. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk budaya reflektif dan inovatif dalam penggunaan teknologi pembelajaran di sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukan bahwa guru-guru SD di Desa Meranjat dapat membuat media pembelajaran dengan teknologi AR melalui beberapa kali revisi yang diberikan. Selain itu, media tersebut juga digunakan dalam pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2026