Kebun hidroponik di Pesantren Tahfizh Darul Fithrah, Ciparay, yang dikelola santri dhuafa sebagai wadah kewirausahaan, menghadapi tantangan berat akibat frekuensi pemadaman listrik yang sering terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini mengganggu sirkulasi nutrisi 24 jam yang vital bagi tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada fase implementasi awal, diawali dengan analisis kebutuhan yang mengonfirmasi stabilitas daya sebagai kendala utama. Tim memasang sistem cadangan daya tenaga surya dengan kapasitas 200WP dan baterai lithium. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan Metode Rekayasa Teknologi Partisipatif yang terdiri dari empat tahapan utama. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan situasional melalui observasi lapangan untuk mengidentifikasi kendala stabilitas daya. Tahap kedua adalah perancangan sistem, yaitu penentuan spesifikasi perangkat tenaga surya. Tahap ketiga adalah implementasi fisik, yang mencakup instalasi teknis sistem cadangan daya tenaga surya berkapasitas 200WP dengan baterai lithium serta integrasi kabel pada sistem pompa. Tahap terakhir adalah transfer pengetahuan melalui sosialisasi teknis mengenai operasional dan pemeliharaan alat kepada mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah terpasangnya infrastruktur energi mandiri yang mampu menjamin kontinuitas sirkulasi nutrisi tanaman hidroponik meskipun terjadi pemadaman listrik PLN secara tiba-tiba. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis para santri dhuafa dalam mengelola teknologi energi terbarukan. Luaran utama berupa sistem backup daya ini berfungsi sebagai mitigasi risiko gagal panen, sekaligus memperkuat fondasi unit kewirausahaan pesantren melalui stabilitas operasional kebun.
Copyrights © 2026