Kemajuan teknologi yang memasuki era Society 5.0, digitalisasi termasuk kedalam komponen utama keberhasilan pendidikan. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tanggung jawab ganda: mentransformasi nilai spiritual sekaligus beradaptasi dengan teknologi instruksional yang inovatif. Upaya ini selaras dengan mandat QS. Al-Mujadilah: 11 mengenai peningkatan derajat melalui ilmu pengetahuan. Lokasi penelitian ini bertempat di SMK N 1 Tanjung Pura, dengan karakterisitik peserta didik sudah relevan dengan media digital. Namun, observasi lapangan menunjukkan adanya kesenjangan literasi digital, guru PAI menghadapi tantangan dalam menyajikan materi yang adaptif guna meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi melalui pelatihan digitalisasi menjadi langkah krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semistruktur, dan analisis portofolio digital guru. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi guru PAI dan menganalisis dampak pelatihan tersebut terhadap pengembangan 6 kompetensi guru (profesional-personal religius) di SMK N 1 Tanjung Pura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan digitalisasi memberikan signifikansi positif terhadap literasi digital guru PAI. Peningkatan kompetensi terlihat pada kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif terutama pada materi akidah, akhlak dan sejarah kebudayaan islam. Guru PAI kini lebih inovatif dalam mengemas materi keagamaan yang sebelumnya bersifat konvensional menjadi lebih visual dan interaktif. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu persiapan media, namun hal ini dapat diatasi melalui kolaborasi antar-guru dalam komunitas belajar di sekolah, dan dukungan infrastruktur sekolah serta keberlanjutan pelatihan menjadi kunci keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan agama.
Copyrights © 2025