Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dalam Kurikulum Merdeka menuntut asesmen formatif dan sumatif yang tidak hanya merefleksikan capaian belajar, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi fisiologis, perilaku, dan kebugaran peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin, eating behaviour, dan tingkat kebugaran terhadap hasil asesmen formatif ranah psikomotor dan asesmen sumatif ranah kognitif mata pelajaran PJOK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 58 siswa kelas unggulan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Batu sebagai sampel, dengan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Glucose, Cholesterol, Hemoglobin (GcHB), eating behaviour menggunakan kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC), tingkat kebugaran menggunakan Beep Test, serta nilai asesmen formatif dan sumatif diperoleh dari guru PJOK pengampu, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar hemoglobin dan tingkat kebugaran dengan hasil asesmen formatif ranah psikomotor, sedangkan eating behaviour tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, serta adanya hubungan signifikan antara kadar hemoglobin, eating behaviour, dan tingkat kebugaran dengan hasil asesmen sumatif ranah kognitif, di mana ketiga variabel secara simultan memberikan kontribusi sebesar 24,7% terhadap hasil asesmen formatif dan 30,8% terhadap hasil asesmen sumatif. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi fisiologis, perilaku makan, dan kebugaran jasmani berperan penting dalam mendukung capaian asesmen PJOK, sehingga hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam merancang strategi pembelajaran dan asesmen yang lebih holistik serta memperhatikan aspek kesehatan dan kebugaran peserta didik.
Copyrights © 2026