Ritual Manyampir Buhaya, upacara tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, memiliki nilai spiritual dan ekologis yang mendalam. Ritual ini menghormati buaya gaib yang diyakini sebagai penjaga sungai dan pelindung masyarakat. Namun, dalam era globalisasi, banyak ritual tradisional seperti ini terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan dan menganalisis makna simbolis serta relevansi sosial dan ekologis ritual tersebut. Dengan pendekatan etnografi, penelitian melibatkan dokumentasi, wawancara mendalam, dan survei online dengan masyarakat Banjar. Temuan menunjukkan bahwa ritual ini bukan hanya penghormatan kepada buaya gaib, tetapi juga mekanisme pelestarian lingkungan yang mengajarkan masyarakat untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan. Ritual ini mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan nilai ekologis untuk generasi mendatang.
Copyrights © 2026