Artikel ini membahas permasalahan yang muncul akibat transformasi seni pertunjukan Reyog Ponorogo dalam Festival Nasional yang menggeser orientasi tradisional ke arah profesionalisme dan estetika modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perubahan format dan elemen artistik dalam pertunjukan Reyog antara format Reyog Festival dan Reyog Obyog mempengaruhi kelangsungan nilai budaya tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan analisis teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan seniman dan pengelola festival, serta studi dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reyog Festival cenderung menekankan inovasi visual, perubahan koreografi dan kostum, serta komersialisasi seni pertunjukan. Sebaliknya, Reyog Obyog mempertahankan interaksi langsung dengan penonton serta unsur ritual dan adat yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun modernisasi menghadirkan tantangan terhadap nilai-nilai budaya tradisional, ia juga membuka ruang negosiasi antara pelestarian adat dan inovasi kontemporer. Oleh karena itu, strategi pelestarian yang adaptif dan kontekstual sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya Reyog Ponorogo.
Copyrights © 2026