Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran citra diri pada remaja SMA di Kota Lhokseumawe yang menggunakan kosmetik pemutih wajah. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 96 responden yaitu siswi SMA Negeri di Lhokseumawe dengan pengambilan sampel menggunakan rumus Cochran. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala citra diri yang mencakup aspek fisik, sosial, dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra diri remaja pengguna kosmetik pemutih wajah masih didominasi kategori rendah dengan persentase 59,38%. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan kosmetik pemutih wajah belum mampu meningkatkan citra diri remaja secara optimal. Citra diri rendah menunjukkan bahwa remaja masih mengalami keraguan, ketidakpuasan, serta kebutuhan untuk memperoleh pengakuan dari lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya peran keluarga, sekolah, dan konselor dalam membantu remaja membangun citra diri yang tinggi tanpa bergantung sepenuhnya pada kosmetik.
Copyrights © 2025