Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi remaja yang terdampak banjir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 242 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–18 tahun, berdomisili di kecamatan Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan lima strategi regulasi emosi dari teori Gross (2024), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi remaja yang terdampak banjir lebih didominasi pada kategori adaptif dibandingkan maladaptif. Strategi adaptif yang dominan digunakan adalah situation modification, cognitive change, dan response modulation, sedangkan situation selection dan attentional deployment cenderung berada pada kategori maladaptif. Berdasarkan jenis kelamin, remaja perempuan lebih dominan menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sedangkan pada regulasi emosi maladaptif lebih didominasi oleh laki-laki. Dari sisi usia, regulasi emosi adaptif lebih dominan. ditemukan pada remaja berusia 15 tahun, sedangkan regulasi emosi maladaptif lebih dominan pada usia 17 tahun. Tingginya regulasi emosi adaptif dipengaruhi oleh pengalaman berulang menghadapi banjir serta dukungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, yang berperan sebagai sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akibat bencana. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai upaya penguatan regulasi emosi remaja dalam konteks bencana alam.
Copyrights © 2026