Produksi pisang yang tinggi di Indonesia menghasilkan limbah kulit pisang dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang memiliki kandungan pati dan lignoselulosa yang berpotensi digunakan sebagai filler alami dalam pengembangan bioplastik ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran partikel tepung kulit pisang terhadap sifat mekanik komposit bioplastik berbasis polylactic acid (PLA). Bioplastik dibuat dengan metode injection molding menggunakan tiga variasi ukuran partikel tepung kulit pisang, yaitu mesh 50, 100, dan 200. Karakterisasi sifat mekanik dilakukan melalui uji tarik untuk menentukan kekuatan tarik, modulus elastisitas, dan elongasi, serta didukung oleh analisis morfologi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan ukuran partikel filler secara signifikan meningkatkan performa mekanik bioplastik. Spesimen dengan ukuran partikel paling halus (mesh 200) menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 36,88 MPa, modulus elastisitas 83,49 MPa, dan elongasi 8,33%. Hasil SEM mengonfirmasi adanya dispersi filler yang lebih homogen dan ikatan antarmuka yang lebih baik. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa variasi ukuran partikel memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter mekanik (p < 0,05). Penelitian ini memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku bernilai tambah untuk pengembangan bioplastik ramah lingkungan.
Copyrights © 2026