Mengembangkan keterampilan berpikir historis berguna bagi siswa untuk memahami peristiwa masa lalu yang kompleks dan relevansinya dengan masa kini. Dalam pembelajaran sejarah, model inkuiri sering dipakai sebagai metode untuk melibatkan siswa secara aktif mengeksplorasi sumber sejarah dan membangun pengetahuan. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan manfaat IBL terhadap partisipasi dan pemahaman siswa, namun kajian tentang pengintegrasian model ikuiri dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan arsip digital dalam pembelajaran sejarah lokal masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi model pembelajaran inkuiri berbasis AI dengan pemanfaatan arsip digital untuk pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 6 Semarang, sebagai produk utama. Penelitian mengikuti kerangka pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi, meliputi analisis kebutuhan, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba lapangan dengan siswa. Model yang dikembangkan mengintegrasikan alat AI seperti ChatGPT dan Google Lens untuk memudahkan akses dan analisis sumber primer digital. Validasi oleh para ahli menunjukkan skor kelayakan sebesar 79%, dan uji coba terbatas skala kecil maupun besar dengan siswa menunjukkan tingkat kelayakan yang tinggi. Melalui desain kuasi eksperimen, hasil posttest dijadikan ukuran pembeda keberhasilan antara penggunaan model inkuiri berbasis AI dan model inkuiri konvensional. Dari hasil analisis statistik dampak positif model pembelajaran yang dikembangkan dapat dilihat dari perbedaan signifikan pada skor posttest (t = 19,576, p < 0,05). Meskipun terdapat persoalan terkait akses internet dan kemampuan teknis di awal pengembangan, hasil revisi produk secara berkala memperlihatkan adanya peningkatan partisipasi siswa, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian dalam penyelidikan sejarah. Hasil temuan penelitian memberi kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri dengan dukungan teknologi AI dan Arsip Digital dalam pembelajaran sejarah lokal, mampu meningkatkan pemahaman sejarah siswa secara bernakna, sehingga para pendidik dianjurkan untuk mengadopsi model ini guna meningkatkan pemahaman sejarah dan literasi digital bagi siswanya.
Copyrights © 2025