Industri pande besi di Desa Selaraja merupakan manifestasi local genius yang kini berada di persimpangan jalan antara mempertahankan tradisi atau tergilas mekanisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) UMKM Pande Besi serta merumuskan strategi pengembangannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil kegiatan mengungkapkan bahwa perajin memiliki tacit knowledge tinggi dalam menghasilkan kualitas "besi hidup", namun terhambat oleh masalah teknis, manajemen keuangan yang belum terstandarisasi, serta ketergantungan pada tengkulak. Intervensi program KKN telah dilakukan melalui pendampingan konsep ekonomi kreatif dan digitalisasi pemasaran guna memberikan nilai tambah pada produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan teori Endogenous Development, keberlanjutan industri ini bergantung pada transformasi identitas menjadi sentra ekonomi kreatif berbasis logam. Saran yang diusulkan mencakup modernisasi alat melalui teknologi tepat guna dan pembentukan koperasi desa untuk menjamin
Copyrights © 2026