Masyarakat Desa Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, memiliki potensi sumber daya kelapa yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya sebagai produk olahan bernilai ekonomi masih belum optimal. Selain itu, upaya pelestarian budaya lokal melalui produk pangan tradisional juga belum dikembangkan secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan kelapa menjadi jodah sebagai produk olahan khas daerah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Lubuk Kayu Aro yang melibatkan kelompok masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang terdiri atas lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan tokoh masyarakat serta pendampingan dalam proses produksi jodah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi produk jodah yang bernilai ekonomi serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui produk pangan tradisional. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara masyarakat dan perangkat desa dalam pengembangan produk lokal. Dengan demikian, pemanfaatan kelapa menjadi jodah dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan ekonomi sekaligus pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026