Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis komunitas di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, serta mengidentifikasi permasalahan dan upaya yang dilakukan dalam mendukung sistem pengelolaan yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sampah di Kecamatan Taktakan mencapai 5.600 kg per hari dengan dominasi sampah organik dari rumah tangga. Pemerintah bersama masyarakat telah mengembangkan 4 bank sampah induk dan 81 bank sampah unit, serta menerapkan metode pengolahan seperti incinerator dan controlled landfill di TPSA Cilowong. Partisipasi masyarakat meningkat seiring adanya manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah. Namun, kendala masih ditemukan berupa keterbatasan infrastruktur, kapasitas angkut, dan keberadaan titik sampah liar. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026