Hipertensi merupakan "silent killer" yang menjadi penyebab utama kematian dini secara global, dengan prevalensi di Indonesia mencapai 34,11% pada tahun 2023. Sebanyak 46% penderita tidak menyadari kondisi mereka, sehingga diperlukan deteksi dini yang masif di tingkat masyarakat. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan di Kelurahan Curug dalam melakukan skrining mandiri dan memberikan edukasi penanganan hipertensi berbasis terapi komplementer. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode edukasi dan pelatihan yang mencakup pengenalan faktor risiko, teknik pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer, serta sosialisasi penggunaan terapi herbal (bawang putih, daun salam, dan seledri) sebagai pendamping pengobatan medis. Hasil: Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan mampu menjadi jembatan antara tenaga medis dan masyarakat dalam melakukan deteksi dini secara berkala. Edukasi ditekankan pada pentingnya kombinasi gaya hidup sehat, pengobatan medis yang rutin, dan pemanfaatan terapi komplementer secara bijak untuk mencegah komplikasi seperti stroke dan gagal ginjal. Kesimpulan: Pemberdayaan kader kesehatan sangat efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya hipertensi dan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin guna mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Copyrights © 2026