Riset ini dilakukan untuk mengkaji tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik di SMP Negeri 5 Kawangkoan serta menilai efektivitas penerapan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Studi ini menggunakan desain One-Shot Case Study, di mana data diperoleh melalui instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip Guided Inquiry. Instrumen tersebut berbentuk tes uraian yang terdiri dari empat butir pertanyaan yang dirancang untuk mengevaluasi tiga indikator utama kreativitas, yaitu fluency, flexibility, dan originality. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengonversi skor hasil observasi menjadi nilai rerata (RS) pada setiap indikator. Rentang skor 0–3 digunakan untuk mengelompokkan tingkat kreativitas siswa ke dalam kategori kurang kreatif, cukup kreatif, dan sangat kreatif, baik pada level individual maupun klasikal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII yang berjumlah 13 orang, ketika pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Guided Inquiry pada materi sistem ekskresi manusia, berada dalam kategori kreatif. Rata-rata skor yang dicapai peserta didik yaitu 1,01 pada indikator fluency, 1,34 pada indikator flexibility, dan 2,34 pada indikator originality. Meskipun pencapaian antarindeks menunjukkan variasi, keberadaan satu indikator saja yang berada dalam kategori kreatif sudah menjadi dasar yang memadai untuk menyatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing maka siswa tersebut memiliki kemampuan berpikir kreatif.
Copyrights © 2026