Bullying atau perundungan merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta iklim pembelajaran siswa. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi anti bullying dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMP Negeri 3 Selogiri, Kabupaten Wonogiri terhadap bahaya bullying dan upaya pencegahannya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan edukasi partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta refleksi bersama yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan siswa sekolah menengah pertama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep dan bentuk-bentuk bullying, baik fisik, verbal, maupun psikologis, serta meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif bullying bagi korban dan lingkungan sekolah. Selain itu, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai peran individu, termasuk peran sebagai saksi, dalam mencegah terjadinya bullying. Kegiatan ini disimpulkan efektif sebagai langkah preventif awal dalam menumbuhkan kesadaran kolektif, sikap empati, dan tanggung jawab sosial siswa guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif.
Copyrights © 2026