Di era digital, penyebaran berita palsu (hoaks) menjadi tantangan serius yang memengaruhi masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi muda yang aktif menggunakan teknologi. Literasi digital memainkan peran penting dalam membekali individu dengan kemampuan untuk mengenali dan menyaring informasi yang tidak valid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak literasi digital terhadap kemampuan mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam mengidentifikasi berita palsu. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kuantitatif melalui survei dan tes kemampuan, serta kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital mahasiswa masih bervariasi, dengan beberapa faktor seperti pendidikan formal dan intensitas penggunaan teknologi memengaruhi kemampuan mereka dalam mengenali hoaks. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Copyrights © 2026