Budaya positif di sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mendukung pengembangan karakter peserta didik. Pembentukan budaya tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran kepemimpinan kepala sekolah sebagai pengarah nilai, norma, dan praktik yang berkembang di lingkungan sekolah. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang relevan dalam konteks pendidikan adalah servant leadership, yang menempatkan pelayanan, keteladanan, dan pemberdayaan sebagai inti praktik kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepemimpinan servant leadership dalam membangun budaya positif di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research), melalui penelaahan dan analisis berbagai sumber literatur berupa buku ilmiah, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan kepemimpinan pendidikan, servant leadership, dan budaya sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa servant leadership berkontribusi signifikan terhadap terbentuknya budaya positif di sekolah melalui penguatan kepercayaan, peningkatan kualitas relasi antar warga sekolah, pengembangan kolaborasi, serta pembentukan disiplin dan karakter berbasis kesadaran. Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan tidak hanya berdampak pada efektivitas manajerial, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, servant leadership dapat dipandang sebagai pendekatan kepemimpinan yang efektif dalam mendukung penguatan budaya positif di sekolah.
Copyrights © 2026