Pendahuluan : Bronkopneumonia merupakan penyakit pernapasan yang sering ditemukan pada anak di bawah lima tahun dan menjadi faktor utama yang menyebabkan kematian pada anak-anak. Anak usia dibawah lima tahun yang mengalami bronkopneumonia tidak dapat mengatur bersihan jalan napas secara mandiri sehingga anak yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas sehingga anak berisiko tinggi untuk mengalami sesak napas. Tujuan : Untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh balloon terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. Metodologi : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan pendekatan control group pre-test post- test. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Balloon therapy diberikan selama 10-15 menit sebanyak 1 kali sehari selama 2 hari. Hasil : Pada kelompok intervensi terdapat pengaruh balloon therapy terhadap frekuensi RR dengan nilai p-value 0.000 dan terdapat pengaruh balloon therapy terhadap SpO2 dengan nilai p-value 0.001. Pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh pada frekuensi RR dengan nilai p-value 0.375 dan tidak memiliki pengaruh pada SpO2 dengan nilai p-value 0.678. Diskusi : Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia anak yang banyak menderita bronkopneumonia adalah usia 3 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Baloon therapy terbukti efektif terhadap respiratory rate dan saturasi oksigen pada anak dengan bronkopneumonia. terdapat pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pentingnya terapi alternatif dengan memberikan untuk membantu masalah pernapasan pada anak dengan bronkopnemumonia.
Copyrights © 2026