Pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Darussalam Al-Hafidz masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi lingkungan dan keterbatasan fasilitas pengolahan sampah organik, yang berdampak pada penumpukan limbah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menginternalisasi budaya sekolah hijau melalui penguatan manajemen sampah mandiri berbasis edukasi dan praktik langsung. Pendekatan Learning by Doing diterapkan melalui sosialisasi pemilahan sampah (organik, anorganik, dan B3), penyediaan tempat sampah terpilah, serta demonstrasi komposting menggunakan bioaktivator EM4. Evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 29 santriwati menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Pengetahuan tentang proses komposting meningkat dari 24% menjadi 100%, sementara kesadaran pemilahan sampah mencapai 100% setelah program berlangsung. Dukungan sosial dan ketersediaan fasilitas juga mengalami perbaikan yang memperkuat keberlanjutan program. Upaya internalisasi ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun fondasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pesantren. Namun, keberlanjutan budaya sekolah hijau memerlukan monitoring dan komitmen berkelanjutan dari pengurus yayasan.
Copyrights © 2026