Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Lichen Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara Di Gerbang Kota (Gateway) Kota Jambi Febri Juita Anggraini; Ria Resti Oktapiani; Freddy Ilfan; Zuli Rodhiyah
Jurnal Daur Lingkungan Vol 4, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v4i1.61

Abstract

The gateway of city is the point of entry and exit for traffic activities, the high traffic activity that occurs causes air pollution, thereby reducing air quality. The use of lichen as a bioindicator is considered more efficient than using other indicator tools or machines. Purpose of this study was to determine the level of air pollution at the gateway of Jambi city using lichen as a bioindicator and to determine the concentration of Pb metal content in lichen. The research method used is exploration with roaming methods. The location of the research was carried out at the West Gate of Simpang Rimbo, the South Gate of Paal 10, and the East Gate of Aurduri 2. The Pb metal test in lichen was carried out using Inductively Coupled Plasma Mass Spectroscopy analysis method (ICP-MS). Based on the measurement results, the Aurduri 2 location is included in the location of low traffic density with an average number of 18,509 vehicles/ day. The location with moderate traffic density is Paal 10 with an average number of 31,941 vehicles/ day. The vehicle traffic density with the highest number was the Simpang Rimbo location with an average number of 45,041 vehicles/ day. The highest concentration of Pb in lichen was at the Aurduri 2 sampling location with a Pb metal value of 3.01 ppm and the lowest at the Simpang Rimbo location of 2.31 ppm.
Pemetaan Kebisingan di Area Gas Plant PT. X Jambi Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Pekerja Febri Juita Anggraini; Rizki Andre Handika; Rahayu Arman
Jurnal Engineering Vol. 1 No. 2 (2019): Volume 1, Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2497.278 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v1i2.7585

Abstract

Lokasi sumber minyak dan gas bumi terbanyak di Indonesia diantaranya adalah di Provinsi Jambi. Oleh karena itu pengelolaannya telah dilakukan baik oleh perusahaan nasional maupun asing, seperti PT. X di kawasan hilir Provinsi Jambi. Unit pengolahan utama perusahaan-perusahaan bidang eksplorasi serta produksi minyak dan gas bumi dilakukan di area gas plant, yang kebisingan dapat menjadi salah satu risiko gangguan kepada pekerjanya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengembangkan pemetaan pola sebaran kebisingan dari 568 titik pengukuran area gas plant PT. X dengan software Surfer 11, yang selanjutnya menjadi informasi dasar untuk perlindungan risiko gangguan pendengaran pada pekerja. Hasilnya, peta kontur kebisingan telah diperoleh dengan rentang tingkat kebisingan dari yang terendah 48,8 dBA, hingga yang tertinggi 100,2 dBA. Dari pemetaan yang sudah dibuat diperoleh bahwa sumber utama kebisingan berasal antara lain dari gas turbine generator (GTG), air compressor, propane compressor, sales gas compressor, rich amine pump, amine charge pump, amine booster pump, reinjection compressor, thermal oxidizer (TOX), expander compressor, overhead compressor dan inlet compressor (BCD4).
Analisis Tingkat Kebisingan di Area Mesin Produksi Bangsal Kayu Sebrang Kota Jambi dan Hubungan dengan Kelelahan pada Karyawan Maison Maison; Febri Juita Anggraini; Murfid Falih
Jurnal Engineering Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.485 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v2i1.8728

Abstract

Pada Area Bangsal kayu Seberang Kota Jambi terdapat suara bising yang dihasilkan oleh mesin sowmel, bubut, serut, router dan aktivitas jalan raya. Rata-rata kebisingan pada area bangsal kayu Seberang Kota Jambi adalah sebesar 75,20 dBA. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 Tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan, kebisingan yang dihasilkan sudah melewati ambang batas yaitu sebesar 70 dBA, yang diperuntukan untuk Barang dan Jasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kebisingan terhadap kelelahan pada karyawan. Metode yang digunakan adalah uji Spearman’Rho dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package For The Social Science). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 responden yang bekerja di Area Bangsal Kayu Seberang Kota Jambi. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan Nilai hasil analisis uji kolerasi Spearman’Rho untuk kelelahan yaitu sebesar 0,628. Hal ini menyatakan terdapat mempunyai kolerasi kebisingan yang kuat terhadap kelelahan pada karyawan.
Karakterisasi Karbon Organik (KO-EK) PM2,5 dari Kebakaran Lahan Gambut di Desa Arang-arang, Jambi Febri Juita; Hari Saputra; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 1 (2022): Volume 4, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i1.16581

Abstract

Kegiatan pemanfaatan lahan gambut dengan cara membakar dan membuat kanal tanpa penerapan sekat kanal menyebabkan muncul banyaknya titik kebakaran, khususnya ketika musim kemarau tiba. Hal ini dapat menyebabkan turunnya kualitas udara ambien yang disebabkan oleh partikulat pencemar udara salah satunya adalah PM2,5, yang dapat berdampak pada kesehatan dan pemanasan global yang disebabkan oleh Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) yang terdapat di dalam PM2.5. Penelitian dilakukan untuk mengetahui konsentrasi PM2,5 serta karakteristik Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) di kawasan kebakaran lahan gambut yang sedang terjadi. Pengukuran PM2,5 menggunakan metode Gravimetri dan Karbon Organik (KO) serta Elemen Karbon (EK) dianalisis menggunakan alat DRI Model 2015 Multiwavelength Thermal/ Optical Carbon Analyzer Protokol IMPROVE_A. Konsentrasi PM2,5 yang diukur dengan 2 alat nano sampler (NS) sekaligus selama 5 jam dari pukul 12.39 – 17.39 WIB yaitu NS1 sebesar 146,75 µg/m3 dan NS2 583,33 µg/m3. Konsentrasi Karbon Organik (KO) dan Elemen Karbon (EK) di dalam PM2,5 dengan karakteristik KO1, KO2, KO3, KO4, Pirol K, EK1, EK2, EK3 pada NS1 secara berturut-turut yaitu 0,31; 19,48; 11,79; 3,30; 4,24; 2,95; 0,99; dan 0,33 µg/m3 sedangkan pada NS2 secara berturut-turut yaitu 1,00; 52,72; 29,4; 8,89; 8,38; 5,61; 2,02; dan 0,74 µg/m3
Coconut shell-based activated carbon preparation and its adsorption efficacy in reducing BOD from The Real Wastewater from Kitchen Restaurant (RWKR): Characteristics, Sorption Capacity, and Isotherm Model Yasdi Yasdi; Dhea Ussarvi; Rinaldi Rinaldi; Febri Juita; Shassy Endah Cahyani
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 18, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.019 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v18i1.116-130

Abstract

Real Wastewater from Kitchen Restaurant (RWKR) contains high concentrations of Biochemical Oxygen Demand (BOD) pollutants to pollute the environment. One of the processing alternatives to reduce BOD is the adsorption method using activated carbon from coconut shells. This study aims to determine coconut shell-activated carbon as an adsorbent for the adsorption of organic matter to reduce BOD in RWKR. The method begins with making adsorbents that are activated with activators on HCl 3 M, NaOH 3 M, and H3PO4 M, then a preliminary adsorption test is carried out to select the best activator on coconut shell activated carbon to reduce BOD in RWKR. Determining the optimum conditions for adsorption was carried out by varying pH 3, 4, 5, 6, 7, and 8. Variation of contact time with a stirring speed of 250 rpm, then determined the isotherm model. The remaining organic matter in the wastewater will be measured using a DO meter based on SNI 6989.72: 2009 concerning the method of testing for biochemical oxygen demand (BOD). The results showed that the appropriate activator for coconut shell activated carbon was H3PO4 3 M with an average percentage value of uptake of 89.690%. The adsorption process's optimum pH is at pH 3 with an absorption percentage value of 88.626%. The optimum contact time is at 10 minutes and the adsorption isotherm model used is the Freundlich isotherm with a regression value of R2 = 0.8864.
Analisis Risiko Paparan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Pedagang Pasar Tradisional Kota Jambi Yossi Kristin Anggelina; Nurul Amalia; Febri Juita Anggraini; Zuli Rodhiyah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2022): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v8i1.1567

Abstract

Vehicles are one of the most common of transportation used by people in their daily life. These vehicles produce emissions. One of the emissions released by vehicles is carbon monoxide (CO). carbon monoxide can cause chronic poisoning. This study aims to determine the concentration of CO and the risk of CO exposure to Traders at Traditional Markets in Jambi City. Measurements of CO concentrations were carried out in the two largest traditional markets in Jambi City, namely the Pasar Angso Duo Baru and the Pasar Rakyat Talang Banjar. Measurement of CO concentration using a CO meter for 6 days during busy market hours. Data collection for risk analysis was carried out by purposive sampling technique using a questionnaire. Respondent data obtained will be processed using Environmental Health Risk Analysis (ARKL). The results of the CO measurement in the Angso Duo Baru Market ranged from 3816,93 g/m3 – 23905,93 g/m3 and in the Pasar Rakyat Talang Banjar it ranged from 4867,08 g/m3– 21663,26 g/m3. The risk quotient value for 48 respondents in the Angso Duo Baru were >1. The results of RQ value calculation showed that 48 respondents at risk posed by CO. Risk Quotient for 29 respondents in the Pasar Rakyat Talang Banjar were >1. The results of RQ value calculation showed that 29 respondents at risk posed by CO.
Analisis Konsentrasi dan Komposisi Kandungan Logam Pada Pm10 di Udara Roadside Saat Malam Hari (Studi Kasus: Jalan Hos Cokroaminoto Kota Jambi) Febri Juita Anggraini; Rizki Andre Handika; Zuli Rhodiyah; Deliana Septiani
Jurnal Daur Lingkungan Vol 5, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v5i2.139

Abstract

Kegiatan transportasi merupakan salah satu kegiatan yang menyumbang sejumlah polutan ke atmosfer, dimana pembakaran bahan bakar dari kendaraan bermotor akan mengemisikan sejumlah polutan ke atmosfer. Kota Jambi sebagai ibukota dari Provinsi Jambi menjadikan Kota Jambi sebagai pusat kegiatan dari pemerintahan, perekonomian, pendidikan dan perindustrian, hal ini menyebabkan sektor transportasi di Kota Jambi semakin berkembang. Keberadaan aktifitas transportasi pada suatu wilayah akan berdampak pada kualitas udara pada daerah tersebut, begitu pula halnya dengan kualitas udara Kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi PM10 dan komposisi unsur unsur logam di dalam PM10 pada saat malam hari yang bersumber dari  roadside salah satu jalan utama di Kota Jambi. Emisi PM10 pada penelitian ini diambil dengan menggunakan alat Nano Sampler. Analisa laboratorium untuk menentukan konsentrasi PM10 adalah menggunakan metoda gravimetri, sedangkan untuk analisa unsur unsur logam dilakukan dengan menggunakan Inductive Coupled Plasma-Mass Spectrometre (ICP-MS). Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai konsentrasi PM10 berada pada rentang 117,72 – 157,50 µg/m3 dengan konsentrasi tertinggi dan terendah terjadi saat weekday dengan nilai konsentrasi rata-rata PM10 adalah sebesar 138,79 µg/m3 . Pada PM10 terdapat 16 jenis unsur logam yang ada di dalam PM10 yakni, Ag, As, B, Ca, Cd, Co, Cr, Cu, Fe, K, Mg, Mn, Na, Ni, Pb dan Zn dengan konsentrasi unsur logam tertinggi adalah unsur logam K dengan konsentrasi sebesar 0,8847 µg/m3 pada saat weekend dan sebesar 0,8561 µg/m3 pada saat weekday.
Pemodelan Sebaran Polutan PM10 dan PM2,5 Model Hysplit pada Kawasan Gentala Arasy Kota Jambi Rizky Muhamad Ilyas; Febri Juita Anggraini; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i2.20840

Abstract

Kawasan Gentala Arasy Kota Jambi sebagai area wisata berdampingan dengan Sungai Batanghari. Terdapat berbagai macam aktivitas seperti perdagangan, perkantoran, penginapan, pendidikan, dan aktivitas transportasi darat maupun air yang dapat mempengaruhi kualitas udara sehingga menjadi tercemar. Partikulat dapat tersebar ke berbagai daerah yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernafasan dan kesehatan. Maka, perlu dilakukannya pemodelan sebaran udara sebagai pertimbangan untuk mengambil kebijakan terkait masalah lingkungan dengan memprediksi arah sebaran polutan dari suatu sumber. Sebaran polutan di udara diprediksi dengan model Hysplit menggunakan program READY NOAA Hysplit. Hasil penelitian menggunakan model Hysplit dapat memprediksi konsentrasi PM10 dan PM2,5 yang menyebar di sekitar lokasi penelitian dan sejauh mana sebarannya. Arah sebaran PM10 dan PM2,5 pada saat penelitian sebagian besar mengarah ke arah barat laut Kota Jambi. Adapun daerah yang berpotensi terkena sebaran PM10 dan PM2,5 meliputi 8 Kecamatan yaitu Pasar Jambi, Danau Teluk, Pelayangan, Jambi Timur, Telanaipura, Jelutung, Jambi Selatan dan Kota Baru. Kecamatan Pasar Jambi, Danau Teluk dan Pelayangan merupakan 3 Kecamatan yang paling beresiko terkena paparan PM10 dan PM2,5 pada kawasan Gentala Arasy Kota Jambi..
Pengaruh Jarak Emisi Terhadap Keanekaragaman Lichen Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Putra Fajar Erlangga; Febri Juita Anggraini; Zuli Rodhiyah
Jurnal Engineering Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v4i2.20851

Abstract

Salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara yaitu tumbuhan lichen. Penelitian ini berlokasi di Hutan Gerbang Universitas Jambi, Taman Rajo Mudo Kota Jambi dan Hutan Pinus Pall 10 Kota Jambi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serta pengaruh jarak emisi terhadap keanekaragaman lichen sebagai bioindikator kualitas udara. Populasi penelitian adalah pohon yang masuk dalam petak kuadrat, yaitu 10m x 10m setinggi 100cm dari permukaan tanah. Sampel dalam penelitian adalah lichen yang ada pada pohon diambil koloni lichen dengan membuat 3 plot berukuran 10cm x 10cm. Setiap lichen yang ditemukan pada petak kuadrat akan didata, difoto, diukur diameternya dan diukur faktor lingkungannya berupa suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman lichen yang didapatkan mengalami peningkatan dari Transek 1, Transek 2, hingga Transek 3. Pada lokasi Gerbang Universitas Jambi memiliki tingkat keanekaragaman jenis lichen pada H’ Transek 1 sebesar 1,450, pada H’ Transek 2 sebesar 1,647, dan H’ Transek 3 sebesar 1,797, lokasi Taman Rajo Mudo pada H’ Transek 1 sebesar 1,093, H’ Transek 2 sebesar 1,154, dan H’ Transek 3 sebesar 1,185, dan lokasi Hutan Pinus pada H’ Transek 1 sebesar 0,794, H’ Transek 2 sebesar 1,020, dan H’ Transek 3 sebesar 1,389.
Intensitas Bising dan Pemetaan Kebisingan dengan Surfer 13 di Lingkungan Kerja PT Hok Tong Jambi Romi Afrizal; Febri Juita Anggraini; Yasdi yasdi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i3.197-207

Abstract

ABSTRAKPT Hok Tong Jambi merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan karet remah (crumb rubber), dimana dalam proses produksinya tidak terlepas dari bantuan mesin-mesin dan peralatan produksi yang dapat menghasilkan kebisingan yang tinggi. Tingginya tingkat kebisingan di lingkungan kerja PT Hok Tong Jambi dapat meningkatkan potensi bahaya bising terhadap pekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui intensitas bising dan pola sebaran kebisingan dari 45 titik di lingkungan kerja PT Hok Tong Jambi dengan Software Surfer 13. Penentuan titik pengukuran bising menggunakan metode titik sampling dengan jarak antartitik 10 meter dan pengukuran kebisingan dengan metode sederhana yang berpedoman pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan. Hasil pengukuran tingkat kebisingan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di lingkungan kerja PT Hok Tong Jambi telah melebihi Nilai Ambang Batas (85 dB) yaitu berkisar 66,5 – 99,8 dBA. Tingkat kebisingan tertinggi berasal dari area produksi basah (titik 32) dengan intensitas bising sebesar 99,8 dBA, sedangkan kebisingan terendah berasal dari area kantor (titik 9) dengan intensitas bising sebesar 66,5 dBA. Berdasarkan hasil pemetaan kebisingan yang telah dibuat diperoleh bahwa sumber kebisingan utama bersumber dari area produksi seperti area produksi basah, produksi kering, bahan baku, kamar jemur, penindihan, area press, pompa IPAL dan kamar mesin.ABSTRACTPT Hok Tong Jambi is a company engaged in the processing of crumb rubber (crumb rubber), where the production process is inseparable from the assistance of production machines and equipment that can produce high noise. The high level of noise in the work environment of PT Hok Tong Jambi can increase the potential for noise hazards to workers. This research was conducted to determine the noise intensity and distribution patterns of noise from 45 points in the work environment of PT Hok Tong Jambi with Software Surfer 13. Determination of noise measurement points using the point sampling method with a distance of 10 meters and noise measurement using a simple method based on the Ministerial Decree State of the Environment Number 48 of 1996 concerning Quality Standards for Noise Levels. The results of noise level measurements indicate that the noise level in the work environment of PT Hok Tong Jambi has exceeded the Threshold Value (85 dB), which ranges from 66., – 99,8 dBA. The highest noise level came from the wet production area (point 32) with a noise intensity of 99,8 dBA, while the lowest noise came from the office area (point 9) with a noise intensity of 66,5 dBA. Based on the results of the noise mapping that has been made, it is found that the main noise sources come from production areas such as wet production areas, dry production areas, raw materials, drying rooms, press areas, WWTP pumps and machine rooms.