Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen ruang kelas dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lingkungan urban. Penelitian dilakukan di lembaga PAUD yang menghadapi keterbatasan lahan sebagai tantangan utama penataan ruang kelas. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, diskusi dengan guru, dan dokumentasi tata letak kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ruang kelas berbasis prinsip affordance, melalui pembagian area aktivitas, area guru, dan pojok aman, membantu anak menenangkan diri, memilih aktivitas sesuai kondisi emosional, serta memulihkan fokus belajar. Penataan meja berbentuk L dan akses terhadap alat permainan edukatif juga mendukung interaksi sosial positif dan mengurangi konflik antar anak. Temuan ini menunjukkan kebaruan berupa model pengelolaan ruang kelas adaptif pada lahan terbatas yang berkontribusi dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini. Secara teoretis, hasil penelitian ini menguatkan teori ekologi Bronfenbrenner dan tahap perkembangan psikososial Erikson, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi penataan ruang kelas PAUD urban dengan keterbatasan fisik.
Copyrights © 2026