Penelitian ini bertujuan mengkaji keunikan sidik jari manusia dalam perspektif Al-Qur’an melalui studi literatur yang mengintegrasikan tafsir dan biologi forensik. Fokus utama adalah penafsiran lafaz banānah dalam QS. al-Qiyāmah [75]: 4 serta keterkaitannya dengan QS. Yāsīn [36]: 65 dan QS. al-Anfāl [8]: 12. Data diperoleh dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta jurnal ilmiah tentang sidik jari. Hasil kajian menunjukkan bahwa banānah secara bahasa berarti ujung jari, yang dalam tafsir ilmiah dikaitkan dengan sidik jari sebagai identitas biologis unik dan permanen. Sains modern membuktikan bahwa pola sidik jari terbentuk sejak masa embrio dan tidak berubah sepanjang hidup. Integrasi ini menunjukkan keselarasan antara isyarat Al-Qur’an dan temuan ilmiah, serta menegaskan relevansi pendekatan interdisipliner dalam pengembangan kajian agama dan sains.
Copyrights © 2026