(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) di sebuah Sekolah Dasar (SD) yang unik, di mana pendanaan operasional sekolah tidak bergantung pada dana komite sekolah, melainkan pada sumbangan sukarela dari guru-guru. Observasi dilakukan untuk memahami bagaimana setiap fungsi manajemen POAC dijalankan dalam kondisi sumber daya yang terbatas namun dengan semangat kolaborasi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan (planning) dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh guru, meskipun dengan keterbatasan data yang tersedia. Pengorganisasian (organizing) berjalan efektif denganpembagian tugas yang jelas dan pemanfaatan sumber daya manusia yang optimal. Pelaksanaan (actuating) didorong oleh motivasi internal guru dan semangat kebersamaan, sementara pengendalian (controlling) dilakukan secara informal melalui evaluasi rutin dan diskusi terbuka. Penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat dan budaya organisasi yang positif dalam mendukung efektivitas manajemen POAC di tengah keterbatasan sumber daya finansial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan model manajemen yang adaptif dan inovatif bagi sekolah-sekolah dengan kondisi serupa
Copyrights © 2025