Siswa dengan hambatan belajar perlu diberikan perhatian maupun pendekatan khusus dalam kegiatan pembelajaran. Tidak semua guru memiliki pengetahuan yang cukup untuk menangani siswa disleksia tersebut Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan serta mengetahui upaya guru dalam menangani siswa disleksia di SDN Sumedangan 2 Pamekasan. Pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi yang merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Kemudian diperkuat dengan keabsahaan data menggunakan triangulasi metode. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengetahui siswa berkebutuhan khusus apa tidak dilakukan identifikasi sejak awal tahun ajaran baru melalui tes diagnostik serta pengamatan terhadap ciri-ciri fisik siswa. Kemudian melakukan strategi dengan pelaksanaan kegiatan individual khusus siswa disleksia dengan menggunakan alat bantu pembelajaran berupa bahan ejaan dasar. Kendala yang dihadapi dari kondisi psikologis siswa yang berubah-ubah serta kurangnya pelatihan guru untuk menangani siswa disleksia. Akan tetapi, adanya dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat keberhasilan dari pelaksanaan penanganan siswa disleksia ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa disleksia di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025