Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Guru dalam Menangani Siswa Disleksia di SDN Sumedangan 2 Pamekasan Madura Nailatur Rahmah; Yuniar Aprilia Rosdiyanto; Siti Ajmala Amalia; Halimatus Sa’diyah
Journal of Research in Education & Technology Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/restech.v1i1.1697

Abstract

Siswa dengan hambatan belajar perlu diberikan perhatian maupun pendekatan khusus dalam kegiatan pembelajaran. Tidak semua guru memiliki pengetahuan yang cukup untuk menangani siswa disleksia tersebut Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan serta mengetahui upaya guru dalam menangani siswa disleksia di SDN Sumedangan 2 Pamekasan. Pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi yang merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan. Kemudian diperkuat dengan keabsahaan data menggunakan triangulasi metode. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mengetahui siswa berkebutuhan khusus apa tidak dilakukan identifikasi sejak awal tahun ajaran baru melalui tes diagnostik serta pengamatan terhadap ciri-ciri fisik siswa. Kemudian melakukan strategi dengan pelaksanaan kegiatan individual khusus siswa disleksia dengan menggunakan alat bantu pembelajaran berupa bahan ejaan dasar. Kendala yang dihadapi dari kondisi psikologis siswa yang berubah-ubah serta kurangnya pelatihan guru untuk menangani siswa disleksia. Akan tetapi, adanya dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat keberhasilan dari pelaksanaan penanganan siswa disleksia ini. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa disleksia di tingkat sekolah dasar.
Strategi Guru Pendamping Khusus (Shadow Teacher) dalam Menangani Siswa ADHD di SDN Murtajih 1 Pademawu Pamekasan Kafil Umam; Lailatus Syarifah; Lailatul Jannah; Halimatus Sa’diyah
Journal of Research in Education & Technology Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/restech.v1i1.1827

Abstract

This study aims to describe the strategies employed by the Special Assistant Teacher (shadow teacher) in handling students with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at SDN Murtajih 1 Pademawu, Pamekasan. This research adopts a qualitative approach using data collection techniques such as direct observation and in-depth interviews with the shadow teacher, classroom teacher, and observations of the ADHD student's behavior. The findings reveal that the shadow teacher plays a vital role in creating an adaptive learning environment through various strategies, including structured instruction, positive reinforcement, emotional support, and social behavior management. These strategies are rooted in psychological and pedagogical principles that support the holistic development of the child. The implementation of such strategies has proven effective in increasing student concentration, reducing impulsive behavior, and encouraging active participation in learning activities. Moreover, the shadow teacher serves as a bridge between the ADHD student, the classroom teacher, and the social environment. Therefore, the presence of a shadow teacher is crucial in realizing inclusive education that is child-friendly and responsive to diverse learning needs
Transformasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jamaah dalam Dinamika Moderasi Beragama di Langgar Nurul Jamal Desa Marengan Laok Kabupaten Sumenep Fenny Erdiyani; Halimatus Sa’diyah; Eliyatul Fitriyah
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.4146

Abstract

This study aims to describe the transformation of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) values ​​in the dynamics of religious moderation at the Nurul Jamal Mosque (Langgar Nurul Jamal). Using a qualitative, descriptive-empirical approach, data were obtained through observation, interviews, and documentation. Data were then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Aswaja values, such as tawassuth (moderation), tawazun (balance), tasamuh (tolerance), and i'tidal (justice), are embodied in the yasinan (recitation of the Yasin), sholawatan (prayer), tadarusan (contemplation), istighosah (religious observance), and the commemoration of the Prophet's birthday, reinforcing four indicators of religious moderation: national commitment, tolerance, non-violence, and acceptance of local traditions. The simple, communal, and tradition-based religious patterns of rural communities make these values ​​easily internalized through repeated social habits. Thus, the Nurul Jamal Mosque represents a peaceful, inclusive, and contextual Islamic practice that addresses social change in rural communities.
Peran Guru dalam Mengajar Siswa Tunagrahita Ringan Tipe Down Syndrome di SLB Api Alam Tlanakan Pamekasan Nuridhatus Solehah; Nada Kamila; Maltufah Nuriyanti; Halimatus Sa’diyah
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 3 (2025): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i3.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengajar siswa tunagrahita tipe Down Syndrome di SLB Api Alam Tlanakan Pamekasan. Fokus penelitian ini mencakup bagaimana guru melaksanakan perannya dalam proses pembelajaran, hasil dari peran tersebut, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SLB Api Alam Tlanakan Pamekasan, dengan subjek penelitian adalah guru yang mengajar siswa tunagrahita tipe Down Syndrome. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah panduan wawancara, lembar observasi, dan dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pemberi dukungan emosional. Guru menggunakan metode pembelajaran terstruktur dengan bantuan media visual dan konkret. Selain itu, guru menciptakan suasana kelas yang ramah dan konsisten sehingga siswa merasa aman dan nyaman. Hasil peran guru terlihat pada peningkatan kemampuan dasar siswa, seperti membaca, mengenal angka, serta keberanian dalam berinteraksi. Namun, masih ada tantangan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi verbal siswa. Faktor pendukung dalam pembelajaran ini adalah dukungan penuh dari sekolah dan partisipasi aktif orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan stigma masyarakat. Upaya mengatasinya dilakukan melalui kreativitas guru dalam penggunaan media sederhana dan pendekatan personal terhadap siswa.
Asy-Syuhada Grand Mosque in Pamekasan as a Center for Digital-Based Scientific Development for Urban Communities A. Khuzainol Mubarok; Halimatus Sa’diyah; Darun Mutammimah; Dina Kamilia; Anisya Umi Khoiroh
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v7i1.3869

Abstract

This study is motivated by the digital transformation phenomenon carried out by the Great Mosque of Asy-Syuhada’ Pamekasan in developing its educational and da’wah functions. The use of digital media such as YouTube, Radio 88.6 FM, and social media has created new opportunities for urban communities to remain connected to religious activities amid busy modern life. This research aims to reveal how the Asy-Syuhada’ Mosque develops Islamic education through digital media and how the community responds to this innovation. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The results show that the mosque’s digital learning activities are well-organized and participatory, involving administrators, lecturers, youth organizations, and congregants. Digital media play an essential role in expanding the scope of da’wah, strengthening religious literacy, and fostering a sense of belonging among the congregation. Therefore, the mosque’s digitalization can be regarded as a form of socio-religious innovation that maintains spiritual continuity while reinforcing the mosque’s role as a modern Islamic learning center in the digital era.