Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai kearifan lokal Gusjigang ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk menumbuhkan keterampilan social entrepreneurship pada peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Gusjigang, yang berasal dari budaya kearifan lokal masyarakat Kudus, mencakup tiga nilai utama: Bagus (akhlak), Ngaji (pembelajaran), dan Dagang (kewirausahaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method concurrent embedded design dengan metode utama studi kasus kualitatif dan survei (angket) kuantitatif sebagai metode pendukung. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap tokoh budaya dan guru IPS, sementara data kuantitatif diperoleh dari angket (survei) yang disebar ke 28 peserta didik menggunakan angket skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa integrasi nilai Gusjigang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter moral, berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) peserta didik. Integrasi ini membentuk model pembelajaran kontekstual yang mampu melokalkan nilai-nilai global dalam pendidikan IPS secara bermakna sesuai budaya kearifan lokal. Temuan ini relevan bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan pendidikan yang mendorong integrasi nilai-nilai lokal dalam sistem pendidikan formal.
Copyrights © 2025