Rendahnya literasi keuangan di kalangan mahasiswa Indonesia, khususnya terkait pemahaman pasar modal, menjadi masalah mendesak yang dapat menghambat terbentuknya generasi muda yang cerdas secara finansial dan siap berpartisipasi dalam sektor investasi. Urgensi ini semakin nyata ketika sebagian besar mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Bandar Lampung yang mengambil mata kuliah Pasar Uang dan Pasar Modal hanya memahami konsep dasar secara teoritis, tetapi kurang memiliki pengalaman praktis dalam berinvestasi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap instrumen investasi, manajemen risiko, serta pemanfaatan teknologi dalam transaksi pasar modal. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang melalui fasilitasi kuliah tamu dan pelatihan praktis bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung dan Indo Premier Sekuritas (IPOT). Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta simulasi praktik menggunakan aplikasi IPOT yang menghubungkan teori pembelajaran dengan praktik industri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan literasi keuangan mahasiswa, terbukti dari kenaikan nilai rata-rata pre-test (54,6) menjadi post-test (81,6), atau meningkat sebesar 49,45%. Peningkatan terbesar terjadi pada penguasaan aplikasi IPOT (72,92%), diikuti pemahaman mekanisme transaksi dan identifikasi profil risiko. Selain itu, 85% peserta menyatakan minat untuk membuka rekening saham setelah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dengan praktisi pasar modal efektif dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa dan memotivasi mereka untuk berinvestasi secara bijak.
Copyrights © 2025