Studi ini bertujuan untuk merefleksikan kontribusi mata kuliah filsafat ilmu-ilmu keislaman yang menjadi mata kuliah wajib program doktoral Studi Islam di UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu contoh penyediaan basis dan kerangka berpikir dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu keislaman, khususnya di Indonesia. Studi ini merupakan studi kualitatif yang berfokus pada kontribusi mata kuliah filsafat ilmu-ilmu keislaman pada diskusi pengembangan keilmuan (contribution to knowledge) dalam perspektif progress of science James Peirce. Studi ini menunjukkan beberapa kesimpulan. Pertama, mata kuliah ini berkontribusi secara signifikan pada 3 hal, yaitu peletakan garis demarkasi dalam studi Islam, progress of science, dan model pembacaan baru terhadap wahyu. Kedua, ketiga kerangka tersebut membuat ilmuwan muslim tidak perlu menutup mata akan ilmu-ilmu sosial yang berasal dari tradisi Barat. Pemisahan yang jelas antara studi tentang doktrin keagamaan Islam dan studi tentang pemikiran Islam membuat para ilmuwan tidak perlu takut terkontaminasi worldview barat yang lahir dari epistemologi sekuler. Terakhir, Perangkat metodologi yang lahir dari peradaban Barat, tidak serta merta ditolak dalam pengembangan studi Islam. Perlu ada usaha resepsi kritis dalam mengadopsi cara pandang tersebut untuk mengembangan studi keislaman.
Copyrights © 2025