Kajen
Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1

Analisis Kadar Kafein Pada Produk Bubuk Kopi Murni Yang Dihasilkan Di Kabupaten Pekalongan Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC)

Alfa Izzatina Rahmawati (Unknown)
Wirasti (Unknown)
Herni Rejeki (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2021

Abstract

Kafein termasuk salah satu jenis alkaloid golongan metil xantin yang terdapat dalam kopi. Efek kafein timbul akibat adanya stimulasi pada sistem syaraf pusat. Efek samping lain bila kafein dikonsumsi secara berlebihan adalah menyebabkan rasa gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, mual serta kejang. Berdasarkan FDA (Food and Drug Administration), dosis kafein yang diizinkan adalah 100-200 mg/hari. Sedangkan menurut SNI 01-7152-2006, batas maksimal dosis kafein pada makanan dan minuman ialah 150 mg/hari atau 50 mg/sajian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kafein dalam produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan metode HPLC. Metode HPLC yang digunakan adalah HPLC fase terbalik dengan fase diam oktadesil silika C18 dan fase gerak dari campuran pelarut aquabidestilata dan metanol (50:50). Kecepatan alir yang digunakan adalah 2,0 mL/menit dengan volume injeksi 20 µL pada detektor UV 274 nm. Jumlah sampel yang dianalisis adalah 13 produk bubuk kopi murni. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar kafein dalam 13 produk bubuk kopi murni yang dihasilkan di Kabupaten Pekalongan yang dianalisis telah memenuhi syarat SNI 01-7152-2006.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jurnalkabpekalongan

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Arts Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences

Description

Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) dan sekarang berubah nomenklatur menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) ...