Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam menjamin keberlangsungan hidup secara bermartabat. Salah satu tahapan penting dalam pendidikan formal adalah proses pemilihan sekolah lanjutan setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, kenyataannya banyak siswa yang mengalami kebingungan dan masalah dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan karena keterbatasan informasi, pengaruh lingkungan, dan kurangnya bimbingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap permasalahan siswa SMP 8 Sarolangun dalam memilih sekolah lanjutan dengan menerapkan instrumentasi non tes, seperti angket dan wawancara, sebagai alat pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan angket kepada siswa kelas VII dan VIII. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan siswa dalam memilih sekolah lanjutan serta peran layanan bimbingan konseling di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap sekolah lanjutan umumnya positif dan penuh harapan, namun diwarnai oleh kekhawatiran dan kebingungan akibat keterbatasan informasi dan tekanan dari lingkungan keluarga maupun teman sebaya. Faktor internal yang memengaruhi pemilihan sekolah lanjutan meliputi kualitas sekolah, cita-cita individu, pertimbangan biaya pendidikan, serta dorongan dan pertimbangan orang tua. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, akses informasi, dan peran guru bimbingan konseling. Penggunaan instrumentasi non tes terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan, harapan, dan permasalahan siswa secara objektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan konseling yang komprehensif dan penggunaan instrumen non tes untuk mendukung siswa dalam mengambil keputusan pendidikan yang tepat sesuai potensi dan kondisi mereka.
Copyrights © 2026