Program pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Adat Miduana, Cianjur, sebuah komunitas tradisional yang masih menjaga kearifan lokal namun mulai menghadapi peningkatan minat wisata budaya. Tujuan kegiatan adalah memperkuat kapasitas komunikasi masyarakat—khususnya kemampuan storytelling digital—agar potensi budaya dapat dipromosikan secara berkelanjutan dan berbasis komunitas. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan FGD bersama tokoh adat, pemuda, serta pengelola wisata. Hasil menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan potensi, melainkan pada kapasitas pengelolaan: ketiadaan aturan tertulis, kelembagaan yang lemah, promosi digital yang terbatas, serta administrasi kunjungan yang masih manual. Analisis menegaskan pentingnya komunikasi partisipatif, peran opinion leader, proses difusi inovasi, dan sensemaking kolektif dalam membangun kesepahaman dan komitmen warga. Program menghasilkan beberapa langkah strategis, antara lain penyusunan SOP wisata, pengembangan paket wisata tematik, penataan media sosial, digitalisasi registrasi, serta penguatan organisasi pengelola. Intervensi ini menjembatani pelestarian budaya dengan pengelolaan destinasi modern tanpa mengabaikan nilai kesakralan. Secara keseluruhan, penguatan kapasitas komunikasi dan storytelling digital terbukti krusial dalam membangun tata kelola wisata berbasis komunitas yang inklusif, etis, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026