Abstraksi reflektif merupakan proses membangun konsep matematika dengan mereorganisasi struktur kognitif yang telah ada dan merefleksikan tindakan kognitif secara sadar. Namun, siswa mengalami kesulitan dalam merepresentasikan dan menemukan pola untuk memecahkan masalah bilangan berpangkat sehingga menghambat terjadinya abstraksi reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik abstraksi reflektif siswa SMP dalam memecahkan masalah bilangan berpangkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling yang melibatkan empat siswa kelas IX SMPN 2 Pungging. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, pedoman wawancara semi terstruktur, rubrik indikator, dan alat rekam audio-visual. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif yang meliputi (1) pengumpulan data, (2) kondensasi (reduksi data), (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek dengan jawaban benar mencapai empat level abstraksi reflektif (recognition, representation, structural abstraction, structural awareness). Subjek dengan jawaban salah hanya mencapai level recognition. Faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut antara lain: 1) kemampuan koordinasi tindakan mental; 2) pemahaman konsep bilangan berpangkat; dan 3) kemampuan prosedural.
Copyrights © 2026